Otoritas Iran baru saja melaksanakan hukuman mati terhadap seorang mahasiswa pascasarjana bernama Erfan Shakourzadeh pada Senin kemarin. Langkah tegas ini diambil setelah ia dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan tindakan spionase.
Eksekusi ini menambah daftar panjang kasus serupa di tengah memanasnya ketegangan antara Teheran dengan Amerika Serikat dan Israel. Erfan Shakourzadeh sendiri merupakan pemuda berusia 29 tahun yang menempuh pendidikan di salah satu universitas bergengsi.
Situs resmi peradilan Iran, Mizan Online, menyebutkan bahwa vonis gantung tersebut dijatuhkan karena keterlibatannya dengan intelijen asing. Shakourzadeh terbukti berkolaborasi dengan CIA asal Amerika Serikat dan Mossad dari Israel.
Profil Erfan Shakourzadeh dan Kontroversi Kasusnya
Erfan Shakourzadeh dikenal sebagai mahasiswa tingkat lanjut di Universitas Sains dan Teknologi Iran yang berlokasi di Teheran. Lembaga pendidikan tersebut merupakan salah satu universitas elit yang memiliki reputasi akademik tinggi di negara tersebut.
Organisasi hak asasi manusia seperti Hengaw dan Iran Human Rights (IHR) mengungkapkan bahwa Shakourzadeh sempat menulis pesan terakhir. Dalam tulisan tersebut, ia dengan tegas membantah semua tuduhan spionase yang diarahkan kepadanya.
IHR menggambarkan sosok Shakourzadeh sebagai seorang "mahasiswa elit" yang berbakat selama masa studinya. Namun, mereka juga menyoroti adanya dugaan perlakuan buruk selama masa penahanan sebelum eksekusi dilakukan.
Lembaga yang berbasis di Norwegia tersebut mengklaim bahwa Shakourzadeh ditahan dalam kondisi isolasi yang sangat ketat. Mereka menduga ia dipaksa memberikan pengakuan palsu di bawah tekanan serta penyiksaan fisik.
Data Eksekusi Terkait Tuduhan Keamanan di Iran
Berikut adalah rangkuman data eksekusi yang dilakukan otoritas Iran dalam beberapa periode terakhir:
| Kategori Dakwaan | Jumlah Eksekusi |
|---|---|
| Tuduhan Spionase (Sejak Februari) | 5 Orang |
| Peserta Protes Januari | 13 Orang |
| Demonstrasi Tahun 2022 | 1 Orang |
| Hubungan dengan Kelompok Oposisi Terlarang | 10 Orang |
Data di atas menunjukkan intensitas penegakan hukum di Iran terhadap individu yang dianggap mengancam stabilitas negara. Erfan Shakourzadeh menjadi orang kelima yang dieksekusi terkait tuduhan mata-mata sejak konflik meningkat pada Februari lalu.
Selain kasus spionase, pemerintah Iran juga menindak tegas para partisipan aksi unjuk rasa serta anggota kelompok oposisi. Hingga saat ini, laporan dari berbagai organisasi HAM terus memantau situasi kemanusiaan terkait proses hukum tersebut.