Perkuat Likuiditas, Langgeng Makmur (LMPI) Jual Pabrik Rp160 Miliar di 2026

Perkuat Likuiditas, Langgeng Makmur (LMPI) Jual Pabrik Rp160 Miliar di 2026
Foto: Perkuat Likuiditas, Langgeng Makmur (LMPI) Jual Pabrik Rp160 Miliar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI) secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk menjual salah satu aset pabriknya yang berlokasi di Tangerang. Langkah divestasi aset ini dilakukan perusahaan sebagai upaya untuk memperkuat struktur likuiditas serta memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.

Berdasarkan informasi yang dirilis, emiten berkode saham LMPI ini akan melepas aset tersebut kepada PT Gunacipta Multirasa. Kesepakatan nilai transaksi yang telah disetujui oleh kedua belah pihak mencapai angka Rp160 miliar.

Detail Aset dan Alokasi Dana Penjualan

Objek yang menjadi bagian dari transaksi ini adalah berupa tanah dan bangunan gudang atau pabrik milik perusahaan. Fasilitas tersebut berada di lokasi strategis, tepatnya di Jalan Faliman Jaya No.18, Daan Mogot KM 19, Kota Tangerang, Banten.

Aset tersebut mencakup lahan seluas 43.722 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai kurang lebih 13.150 meter persegi. Kepemilikan aset ini dibuktikan dengan status Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama perseroan sendiri.

Henri Subiyanto, selaku Corporate Secretary PT Langgeng Makmur Industri Tbk., memberikan konfirmasi resmi terkait rencana penjualan ini. Ia menyatakan bahwa perusahaan memang berkehendak menjual lahan dan bangunan di Daan Mogot tersebut kepada PT Gunacipta Multirasa.

Henri merincikan bahwa nilai transaksi sebesar Rp160.000.000.000 tersebut akan sangat membantu dalam perbaikan posisi keuangan internal. Dana yang diperoleh nantinya akan dialokasikan secara khusus untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan di masa depan.

Fokus penggunaan dana dari hasil penjualan pabrik ini meliputi:

  • Memperkuat posisi kas atau likuiditas perusahaan untuk kebutuhan operasional sehari-hari.
  • Melakukan pembayaran sebagian utang jangka panjang yang dimiliki oleh perseroan kepada pihak kreditur.
  • Mengurangi beban bunga pinjaman yang selama ini menjadi salah satu pos pengeluaran rutin perusahaan.
  • Meningkatkan fleksibilitas keuangan agar perusahaan lebih lincah dalam mengambil keputusan bisnis.

Melalui langkah ini, manajemen berharap dapat menciptakan struktur keuangan yang lebih sehat dan efisien. Efisiensi lini produksi juga menjadi target utama agar modal kerja dapat dimanfaatkan secara maksimal pada unit bisnis yang paling produktif.

Prosedur Transaksi dan Persetujuan Pemegang Saham

Pihak manajemen menjelaskan bahwa transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material karena nilainya yang cukup signifikan. Besaran angka Rp160 miliar tersebut diketahui telah melampaui ambang batas 20% dari total ekuitas perseroan.

Bahkan, jika merujuk pada laporan keuangan per 31 Desember 2025, nilai transaksi ini tercatat berada di atas 50% dari total ekuitas LMPI. Oleh karena itu, sesuai dengan regulasi pasar modal, perusahaan wajib mengantongi izin dari para investor melalui mekanisme rapat resmi.

Berikut adalah rencana jadwal pelaksanaan rapat terkait izin divestasi aset tersebut:

Agenda Kegiatan Keterangan Jadwal
Jenis Rapat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Tanggal Pelaksanaan 30 Juni 2026
Tujuan Utama Meminta persetujuan investor atas penjualan aset pabrik

Data di atas menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang transparan kepada seluruh pemegang saham. Persetujuan dari RUPSLB menjadi syarat mutlak sebelum proses pemindahan kepemilikan aset kepada pembeli dapat difinalisasi.

Status Hubungan Pihak yang Bertransaksi

Manajemen menegaskan bahwa PT Gunacipta Multirasa selaku pembeli bukan merupakan bagian dari kelompok usaha perseroan. Transaksi ini dilakukan dengan pihak nonafiliasi sehingga tidak ada unsur benturan kepentingan di dalamnya.

Hal ini juga merujuk pada kepatuhan terhadap aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam POJK No.42/2020. Dengan demikian, proses jual beli ini murni merupakan transaksi bisnis profesional untuk kepentingan komersial perusahaan.

PT Gunacipta Multirasa sendiri dikenal sebagai perusahaan yang bergerak aktif di sektor industri makanan dan minuman. Bidang usaha mereka meliputi pengolahan buah-buahan, sayuran, pembuatan sirup, kopi, bumbu masak, hingga produk-produk herbal.

Perusahaan pembeli ini juga berdomisili di kawasan Kota Tangerang, serupa dengan lokasi objek yang diperjualbelikan. Meskipun bertetangga secara wilayah, sekali lagi dipastikan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara LMPI dengan pembeli tersebut.

Kinerja dan Target Masa Depan LMPI

Keputusan melakukan divestasi ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sempat melambat pada periode sebelumnya. Pada kuartal pertama tahun 2025, LMPI sempat mencatatkan penurunan angka penjualan sekitar 4% menjadi Rp124 miliar.

Kendati sempat mengalami penurunan, manajemen tetap optimistis menatap prospek pertumbuhan di masa mendatang. Langgeng Makmur tetap memproyeksikan adanya potensi kenaikan penjualan hingga mencapai angka 15 persen seiring dengan optimalisasi modal kerja.

Dengan berkurangnya beban bunga setelah pelunasan sebagian utang, perusahaan diharapkan memiliki ruang gerak yang lebih luas. Langkah efisiensi pada lini produksi yang sudah ada akan menjadi motor penggerak utama bagi kelangsungan usaha LMPI ke depannya.

Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai berita korporasi dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan tindakan investasi tertentu. Segala keputusan jual atau beli saham tetap menjadi tanggung jawab penuh bagi setiap individu selaku pembaca.

Artikel terkait

Rekomendasi