Tren pertumbuhan penjualan mobil listrik di kancah global menunjukkan konsistensi yang positif di tengah dinamika industri otomotif saat ini. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan bahwa hampir 30 persen dari total mobil yang terjual secara global pada tahun 2026 akan didominasi oleh kendaraan listrik.
Melalui laporan Global EV Outlook 2026, IEA menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh beragam faktor kunci. Kebijakan pemerintah yang suportif, penurunan harga baterai, serta keinginan konsumen beralih dari energi mahal menjadi motor penggerak utamanya.
Dominasi Pasar Global dan Peran China
Sepanjang tahun 2024, volume penjualan mobil listrik di seluruh dunia telah menembus angka 17 juta unit. Pencapaian ini merepresentasikan lebih dari 20 persen dari total pasar otomotif global dalam satu tahun terakhir.
Menariknya, tambahan penjualan sebanyak 3,5 juta unit pada 2024 saja sudah melampaui total akumulasi penjualan mobil listrik tahun 2020. China tetap kokoh sebagai pemimpin pasar dengan kontribusi penjualan mencapai lebih dari 11 juta unit.
Dominasi Negeri Tirai Bambu ini terlihat dari fakta bahwa hampir separuh mobil baru yang terjual di sana merupakan kendaraan listrik. Saat ini, satu dari sepuluh kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan China tidak lagi menggunakan mesin konvensional.
Di sisi lain, kawasan Eropa mulai mengalami sedikit perlambatan akibat kebijakan pengurangan subsidi pada tahun 2024. Walaupun demikian, pangsa pasar kendaraan listrik di Benua Biru tetap terjaga di level sekitar 20 persen.
Pertumbuhan stabil juga tampak di Amerika Serikat dengan kenaikan penjualan tahunan mencapai 10 persen pada periode yang sama. Kendaraan listrik kini sudah mengambil porsi lebih dari 10 persen dari keseluruhan penjualan mobil baru di AS.
Kebangkitan Pasar Baru di Asia Tenggara dan Amerika Latin
IEA menyoroti munculnya kekuatan baru di negara-negara berkembang yang mulai beralih ke teknologi ramah lingkungan. Kawasan Asia dan Amerika Latin mencatatkan lonjakan penjualan hingga lebih dari 60 persen dengan total hampir 600.000 unit.
Beberapa fakta menarik terkait pertumbuhan di wilayah berkembang adalah sebagai berikut:
- Penjualan di Asia Tenggara meningkat hampir 50 persen dan menyumbang 9 persen dari total pasar mobil regional.
- Thailand dan Vietnam menjadi negara dengan tingkat adopsi kendaraan listrik tertinggi di Asia Tenggara.
- Brasil mencatat kenaikan penjualan dua kali lipat menjadi 125.000 unit dengan pangsa pasar melebihi 6 persen.
- Produk otomotif asal China mendominasi sekitar 85 persen pasar kendaraan listrik di Brasil dan Thailand.
Pertumbuhan masif di wilayah-wilayah ini sangat terbantu oleh masuknya mobil listrik impor yang memiliki harga kompetitif. Secara global, produk dari China menyumbang 75 persen dari pertumbuhan penjualan di negara berkembang di luar pasar domestik mereka sendiri.
Proyeksi Masa Depan Industri Kendaraan Listrik
Memasuki tahun 2025, IEA memprediksi bahwa total penjualan mobil listrik di dunia akan mampu menembus angka 20 juta unit. Angka ini diperkirakan akan mencakup lebih dari seperempat dari keseluruhan pasar mobil dunia pada tahun depan.
Data kuartal pertama tahun 2025 memberikan sinyal positif dengan pertumbuhan sebesar 35 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. China tetap diprediksi menjadi poros utama yang menyokong angka pertumbuhan global tersebut.
Berikut adalah ringkasan proyeksi pasar mobil listrik pada tahun 2025 mendatang:
| Indikator Pasar | Proyeksi Tahun 2025 |
|---|---|
| Total Penjualan Global | Melebihi 20 Juta Unit |
| Pangsa Pasar Dunia | Di atas 25 Persen |
| Pangsa Pasar di China | Mencapai 60 Persen |
| Pertumbuhan Kuartal I | Naik 35 Persen (YoY) |
Tabel di atas menggambarkan optimisme lembaga energi internasional terhadap adopsi teknologi listrik yang semakin meluas. Faktor keberlanjutan insentif dan harga yang semakin terjangkau menjadi alasan utama di balik proyeksi angka-angka tersebut.
Dengan ekspansi yang dilakukan pabrikan China ke Meksiko hingga Asia Tenggara, peta persaingan otomotif dipastikan akan terus berubah. Transformasi menuju energi bersih ini pun semakin nyata seiring dengan meningkatnya minat masyarakat global.