NAC Breda Resmi Terdegradasi Usai Sempat Gaduh soal Paspor Pemain Timnas

NAC Breda Resmi Terdegradasi Usai Sempat Gaduh soal Paspor Pemain Timnas
Foto: Ilustrasi NAC Breda Resmi Terdegradasi Usai Sempat Gaduh soal Paspor Pemain Timnas.
Ukuran teks

Kabar kurang menyenangkan datang dari kompetisi sepak bola tertinggi di Belanda, Eredivisie. Klub NAC Breda kini dipastikan harus turun kasta atau terdegradasi setelah performa mereka tidak mampu membawa tim keluar dari zona merah.

Kepastian ini didapat setelah mereka mengakhiri kompetisi di urutan kedua dari dasar klasemen sementara. Meski musim ini belum benar-benar usai bagi tim lain, posisi NAC Breda sudah tidak mungkin lagi beranjak dari zona degradasi.

Pada pertandingan pekan ke-33 Eredivisie musim 2025/2026 yang berlangsung Minggu malam (10/5/2026), NAC Breda sebenarnya sempat memberikan harapan. Bertanding di markas sendiri, Stadion Rat Verlegh, mereka mampu unggul sementara dengan skor 2-0 melawan SC Heerenveen.

Dua gol keunggulan tersebut diborong oleh Boy Kamper melalui aksi memukaunya. Namun, jalannya pertandingan tersebut tidak berlangsung mulus karena sempat terjadi gangguan keamanan di tribun penonton.

Wasit terpaksa menghentikan laga untuk sementara waktu akibat aksi protes dari para suporter tuan rumah yang merasa kecewa. Meskipun pada akhirnya NAC Breda berhasil mengamankan kemenangan atas Heerenveen, hasil tersebut rupanya tidak memberikan dampak besar bagi nasib mereka.

Kemenangan itu terasa hambar karena posisi mereka di klasemen tetap terkunci di peringkat ke-17. Secara matematis, raihan poin NAC Breda sudah tidak sanggup lagi mengejar tim-tim pesaing yang berada tepat di atas mereka.

Persaingan Ketat di Papan Bawah

Nasib buruk NAC Breda kian diperparah oleh hasil positif yang diraih oleh para rival langsung mereka di pekan yang sama. Di pertandingan lain, Telstar secara mengejutkan mampu menumbangkan Heracles Almelo dengan performa yang sangat solid.

Sementara itu, Volendam juga berhasil mencuri poin penting setelah menahan imbang Excelsior dalam laga yang sangat ketat. Tambahan poin dari kedua tim tersebut membuat jarak nilai dengan NAC Breda menjadi semakin lebar.

Rincian posisi klasemen papan bawah pada pekan ke-33 Eredivisie dapat dilihat sebagai berikut:

Peringkat Nama Klub Jumlah Poin Status Keamanan
15 Telstar 34 Aman dari Degradasi Langsung
16 Volendam 31 Zona Play-off Degradasi
17 NAC Breda 28 Terdegradasi ke Divisi Dua

Berdasarkan data di atas, NAC Breda yang baru mengoleksi 28 poin tertinggal empat angka dari zona aman sementara kompetisi hanya menyisakan satu laga lagi. Dengan selisih poin tersebut, mustahil bagi NAC Breda untuk bisa menyalip perolehan poin Volendam maupun Telstar di pekan terakhir.

Fokus kini beralih pada Volendam dan Telstar yang akan saling sikut untuk menghindari peringkat ke-16. Hal ini dikarenakan tim yang finis di posisi ke-16 harus melewati babak play-off yang berisiko tinggi untuk tetap bertahan di Eredivisie.

Drama "Passportgate" yang Menguras Energi

Terlemparnya NAC Breda ke kasta kedua, Keuken Kampioen Divisie, seolah menjadi akhir tragis dari musim yang penuh drama. Sepanjang musim ini, perhatian publik sepak bola Belanda justru lebih banyak tersedot pada konflik hukum yang melibatkan pemain Timnas Indonesia, Dean James.

Klub berjuluk The Rats ini sempat memicu kegaduhan luar biasa terkait keabsahan paspor Dean James yang membela Go Ahead Eagles. NAC Breda secara resmi melayangkan protes dan menuntut agar laga melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 diulang kembali.

Pihak NAC Breda mengeklaim memiliki bukti kuat bahwa Dean James seharusnya dilarang bermain dalam laga tersebut. Mereka berargumen bahwa Dean James telah kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah secara resmi memegang paspor Indonesia.

Persoalan ini bermula saat NAC Breda dipermalukan dengan skor telak 0-6 oleh Go Ahead Eagles di Deventer. Saat itu, Dean James turun sebagai pemain inti dan memberikan kontribusi besar bagi kemenangan telak timnya.

Kasus yang dikenal dengan sebutan "Passportgate" ini bahkan sampai harus diselesaikan di meja hijau pada akhir April 2026. Dalam persidangan di Utrecht, pengacara dari pihak klub dan KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda) saling adu argumen yang sangat sengit.

Namun, harapan NAC Breda untuk mendapatkan poin tambahan lewat jalur hukum akhirnya kandas total. Hakim memutuskan bahwa KNVB memenangkan persidangan tersebut dan menyatakan tidak ada aturan yang dilanggar dalam kasus Dean James.

Kekecewaan Mendalam Carl Hoefkens

Kepastian degradasi ini menjadi pukulan telak bagi sang pelatih, Carl Hoefkens, yang terlihat sangat terpukul dengan kenyataan pahit ini. Tanggal 10 Mei 2026 pun kini resmi dianggap sebagai salah satu momen terkelam dalam sejarah panjang klub NAC Breda.

Hoefkens mengungkapkan kekecewaannya, terutama menyoroti hasil imbang antara Volendam dan Excelsior yang menutup peluang timnya. Ia merasa perjuangan keras anak asuhnya selama satu musim penuh seolah tidak mendapatkan keadilan di akhir cerita.

"Kami telah mencurahkan segala kemampuan untuk menghindari situasi buruk ini, namun menerima kenyataan ini sungguh berat bagi kami semua." ujar Hoefkens kepada media ESPN.

Pelatih asal Belgia tersebut juga memberikan komentar pedas terkait jalannya pertandingan tim-tim pesaing di pekan krusial. Ia merasa atmosfer dan hasil pertandingan rivalnya terasa tidak wajar jika dikaitkan dengan prinsip sportivitas dalam olahraga.

Bagi Hoefkens, pemandangan pada pertandingan Volendam kontra Excelsior terlihat sangat janggal dan sulit diterima akal sehatnya sebagai pelatih. Kini, NAC Breda harus bersiap melakukan perombakan besar-besaran guna menyambut persaingan di liga kasta kedua musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi