Diminati Juventus, Alisson Becker Ambil Keputusan Mengejutkan soal Masa Depannya di Liverpool 2026

Diminati Juventus, Alisson Becker Ambil Keputusan Mengejutkan soal Masa Depannya di Liverpool 2026
Foto: Diminati Juventus, Alisson Becker Ambil Keputusan Mengejutkan soal Masa Depannya di Liverpool 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Alisson Becker telah mengambil keputusan krusial mengenai kelanjutan kariernya di Anfield bersama Liverpool. Kiper andalan asal Brasil tersebut dipastikan tidak akan angkat kaki dari klub dalam waktu dekat.

Alisson memilih untuk tetap bertahan dan berkomitmen menjalani tahun terakhir dalam masa kontraknya bersama The Reds. Keputusan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi yang sempat menghubungkannya dengan pintu keluar klub asal Merseyside tersebut.

Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa raksasa Italia, Juventus, menaruh minat besar untuk meminang Alisson Becker. Si Nyonya Tua bahkan disebut-sebut telah menyiapkan proposal kontrak berdurasi tiga tahun demi menggoda sang penjaga gawang pindah ke Turin.

Meski sempat muncul rumor ketertarikannya untuk bereuni dengan Luciano Spalletti, Alisson akhirnya mantap memilih bertahan di Liverpool. Langkah ini menjadi angin segar bagi pihak klub yang masih membutuhkan sosok pemimpin berpengalaman di dalam ruang ganti pemain.

Juventus Gagal Yakinkan Sang Penjaga Gawang

Upaya Juventus untuk mendatangkan Alisson sebenarnya tergolong cukup serius sepanjang jendela transfer berlangsung. Namun, Liverpool bersikeras mempertahankan kiper yang kontraknya masih tersisa hingga pertengahan tahun 2027 mendatang tersebut.

Sejak didatangkan dari AS Roma pada musim panas 2018, Alisson telah menjelma menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan Liverpool. Kontribusinya terbukti nyata dengan membantu tim mengoleksi enam trofi bergengsi di berbagai ajang kompetisi internasional.

Berdasarkan laporan jurnalis Bruno Andrade melalui ESPN Brasil, Alisson kini sudah menetapkan rencana jangka pendek bagi masa depannya. Ia ingin menghormati sisa kontrak yang ada sebelum nantinya memikirkan langkah selanjutnya di dunia sepak bola profesional.

Andrade menuliskan bahwa seiring berjalannya musim, Alisson akan mengevaluasi apakah ia tetap bertahan bersama Liverpool atau memilih pergi dengan status bebas transfer tahun depan. Pernyataan ini menegaskan bahwa untuk saat ini, fokus penuh Alisson hanya tertuju pada prestasi The Reds.

Tidak Terkait dengan Perubahan di Kursi Kepelatihan

Keputusan Alisson untuk menetap di Anfield muncul berbarengan dengan periode perubahan besar pada posisi manajer Liverpool. Klub baru saja mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah musim yang dinilai kurang memuaskan tanpa raihan trofi.

Manajemen Liverpool segera bergerak cepat dengan mendekati Andoni Iraola sebagai suksesor di kursi pelatih. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut dikabarkan telah memberikan persetujuan secara lisan untuk menakhodai Mohamed Salah dan kawan-kawan.

Walaupun waktunya hampir bersamaan, Bruno Andrade menegaskan bahwa keputusan Alisson sama sekali tidak dipengaruhi oleh kepergian Arne Slot. Diskusi mengenai masa depan sang kiper ternyata sudah dilakukan jauh sebelum Slot resmi meninggalkan jabatannya.

Pihak klub dan perwakilan Alisson dilaporkan telah memulai negosiasi lebih awal untuk memastikan stabilitas di sektor pertahanan. Dengan demikian, bertahannya sang kiper merupakan bagian dari rencana jangka panjang klub, terlepas dari siapa yang menjadi pelatih.

Kondisi Persaingan di Sektor Kiper Liverpool

Konsekuensi dari bertahannya Alisson Becker secara langsung memengaruhi komposisi penjaga gawang utama di dalam skuad Liverpool. Hal ini tentu memberikan tekanan lebih bagi Giorgi Mamardashvili yang digadang-gadang sebagai calon suksesor Alisson.

Berikut adalah detail transfer dan performa kiper pelapis Liverpool saat ini:

  • Biaya Transfer: Liverpool mendatangkan Mamardashvili dari Valencia dengan nilai 24 juta poundsterling atau setara Rp530 miliar pada tahun 2024.
  • Usia Pemain: Saat ini Giorgi Mamardashvili berusia 25 tahun, usia yang cukup matang untuk berkompetisi di level tertinggi Eropa.
  • Catatan Penampilan: Ia tercatat telah tampil sebanyak 10 kali sebagai starter di Premier League ketika Alisson harus absen akibat cedera.
  • Statistik Pertahanan: Dalam periode penampilannya tersebut, gawang yang dikawal Mamardashvili telah kebobolan sebanyak 18 gol.

Meskipun mendapatkan menit bermain yang cukup saat Alisson cedera, performa Mamardashvili dinilai masih perlu ditingkatkan lagi. Konsistensi permainannya di bawah mistar gawang dianggap belum sepenuhnya mampu menggeser dominasi sang kiper utama.

Dengan tetap adanya Alisson, Liverpool dipastikan masih memiliki tembok pertahanan kelas dunia yang sudah teruji kualitasnya. Di sisi lain, situasi ini memaksa Mamardashvili untuk bersabar dan bekerja lebih keras demi mengamankan posisi utama di masa depan.

Kehadiran dua kiper berkualitas ini memberikan kedalaman skuad yang sangat baik bagi Liverpool dalam mengarungi kompetisi yang padat. Alisson tetap menjadi pilihan pertama, sementara persaingan internal akan terus memacu peningkatan kualitas di sektor penjaga gawang.

Artikel terkait

Rekomendasi