Arus lalu lintas di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) mengalami peningkatan signifikan selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan ratusan ribu kendaraan mulai bergerak meninggalkan ibu kota sejak H-1 peringatan tersebut.
Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 334.419 kendaraan telah keluar dari Jabotabek pada rentang waktu 13 hingga 14 Mei 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 20,61 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas pada hari-hari biasa yang hanya mencapai 277.278 kendaraan.
Fokus Pelayanan dan Distribusi Lalu Lintas
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para pengguna jalan tol. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoptimalkan pengelolaan fasilitas di area peristirahatan melalui program rejuvenasi Travoy Rest.
Pihak Jasa Marga mengumpulkan data pergerakan kendaraan ini dari empat gerbang tol (GT) utama yang menjadi pintu keluar krusial dari wilayah Jabotabek. Keempat gerbang tol tersebut meliputi GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Berikut adalah rincian arah tujuan utama kendaraan yang meninggalkan Jabotabek selama libur panjang tersebut:
- Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung): Menjadi rute favorit dengan total 157.269 kendaraan atau mencakup sekitar 47 persen dari total volume lalu lintas yang keluar.
- Arah Barat (Merak): Kendaraan yang menuju arah Pelabuhan Merak melalui Gerbang Tol Cikupa terpantau mengalami peningkatan dari kondisi normal.
- Arah Selatan (Puncak): Arus kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak dan sekitarnya terpantau mengalir melalui Gerbang Tol Ciawi.
Data distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memilih untuk menghabiskan waktu libur mereka dengan menuju ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Bandung. Kenaikan di jalur menuju arah Timur tersebut tercatat melonjak hingga 38,93 persen dibandingkan dengan hari normal.
Detail Pergerakan Kendaraan ke Arah Trans Jawa dan Bandung
Peningkatan volume kendaraan yang sangat tajam terjadi secara spesifik di dua gerbang tol utama yang mengarah ke wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Lonjakan ini didominasi oleh kendaraan pribadi yang memanfaatkan momen libur akhir pekan yang panjang.
Data spesifik volume kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalihurip Utama:
| Gerbang Tol Utama | Jumlah Kendaraan | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|
| GT Cikampek Utama (Arah Trans Jawa) | 77.198 Kendaraan | 40,41% |
| GT Kalihurip Utama (Arah Bandung) | 80.071 Kendaraan | 37,53% |
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa arus menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama memiliki jumlah kendaraan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan arah Trans Jawa. Namun, secara persentase, kenaikan paling signifikan terjadi pada jalur menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama.
Peningkatan mobilitas masyarakat ini tidak hanya terjadi di jalan tol, tetapi juga pada moda transportasi lain seperti kereta cepat Whoosh dan kereta api reguler. Fenomena ini mencerminkan tingginya antusiasme warga Jabotabek untuk bepergian ke luar kota saat periode libur nasional berlangsung.