Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS semakin melemah. Kondisi ini terlihat dari nilai mata uang Garuda yang kini telah mencapai tingkat psikologis baru di Rp 18.000 per USD 1. Sebelumnya, pada awal April, Rupiah hanya untuk kali pertama dalam sejarah menyentuh level Rp 17.000 per USD 1 secara intraday.
Hal ini menunjukkan pelemahan sebesar 1000 basis poin dalam waktu kurang dari dua bulan. Pertanyaan yang muncul adalah, faktor apa saja yang menyebabkan pelemahan Rupiah ini?
Untuk mendalami situasi ini, Crysania Suhartanto memberikan penjelasan lengkapnya dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia pada hari Jumat, 5 Juni 2026.
Video Terkait
- Nasib Rupiah Dibandingkan Mata Uang Asia Lainnya (1 minggu lalu)
- Mengintip Kurs Dolar AS - Rupiah Terkini di Money Changer (1 tahun lalu)
- Rupiah Tertekan Terus, Bos BI Sebut Efek Situasi Global (2 tahun lalu)
- Terburuk di Asia, Rupiah Anjlok Lebih Dari 2% (2 tahun lalu)
- Greenback Berpesta, Mata Uang Lain Nelangsa (2 tahun lalu)
- UOB Indonesia Prediksi Rupiah Bisa ke Bawah Rp15 Ribu/USD (2 tahun lalu)
- Rupiah Terperosok, Kondisi Ekonomi RI Masih Kuat? (3 tahun lalu)
- Dolar AS Menguat Tajam, Money Changer "Diserbu" (3 tahun lalu)
- Uji Nyali Rupiah di 2020 (6 tahun lalu)
- Rupiah Kurang Bergairah, Jadi PR Pemerintah (6 tahun lalu)
Informasi ini ditujukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi terkini ekonomi dan pergerakan Rupiah. CNBC Indonesia terus memberikan analisis dan berita terkini terkait perkembangan nilai tukar.
Untuk berita lebih lanjut dan mendalam, silakan kunjungi CNBC Indonesia atau pantau program Power Lunch secara langsung.