Indeks Bisnis-27 berhasil mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau pada Jumat (22/5/2026). Pergerakan positif ini didorong oleh kenaikan signifikan sejumlah saham unggulan seperti INCO, DEWA, dan BUMI.
Berdasarkan data dari IDX Mobile, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup menguat sebesar 0,54% atau naik 2,37 poin. Posisi terakhir indeks berada di level 438,43 pada penutupan pasar hari ini.
Sepanjang jam perdagangan, Indeks Bisnis-27 sempat menyentuh titik terendah pada level 426,70. Namun, indeks juga mampu mencapai rentang tertinggi harian di posisi 440,32.
Dari sisi likuiditas pasar, total nilai transaksi yang tercatat pada saham-saham konstituen indeks ini mencapai Rp8,537 triliun. Aktivitas perdagangan ini melibatkan volume saham sekitar 11,69 miliar lembar.
Adapun intensitas perdagangan terlihat dari frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 499,5 ribu kali. Mayoritas penghuni indeks menunjukkan performa yang cukup solid dalam perdagangan hari ini.
Tercatat sebanyak 17 saham konstituen berhasil menguat ke zona hijau. Sementara itu, terdapat 10 saham lainnya yang bergerak melemah hingga penutupan perdagangan.
Daftar Saham Penopang Kenaikan Indeks
Kenaikan Indeks Bisnis-27 pada hari ini tidak lepas dari peran beberapa emiten besar yang mencatatkan lonjakan harga cukup tajam. Sektor pertambangan dan energi menjadi motor utama penguatan indeks tersebut.
Berikut adalah jajaran saham yang menjadi pendorong utama penguatan indeks :
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melesat tajam sebesar 18,84%.
- PT Dharma Henwa Tbk. (DEWA) yang naik 13,17% menuju level Rp378 per saham.
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan kenaikan 12,80% ke posisi Rp185 per saham.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang tumbuh 11,50% menjadi Rp630 per saham.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang mencatatkan penguatan 9,55% ke level Rp482.
Daftar di atas memperlihatkan dominasi saham-saham dari sektor komoditas dan energi yang mengalami reli cukup panjang. Pergerakan harga saham-saham tersebut memberikan kontribusi besar terhadap akumulasi poin indeks.
Saham-Saham yang Mengalami Pelemahan
Di sisi lain, tidak semua saham penghuni Indeks Bisnis-27 sanggup bertahan di zona hijau. Beberapa saham berkapitalisasi besar atau big caps justru terpantau mengalami koreksi harga yang cukup signifikan.
Rincian saham yang tercatat berada di zona merah adalah sebagai berikut :
| Kode Saham | Nama Emiten | Persentase Penurunan | Harga Terakhir |
|---|---|---|---|
| ASII | PT Astra International Tbk. | -3,57% | Rp5.400 |
| TLKM | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. | -2,67% | Rp2.920 |
| KLBF | PT Kalbe Farma Tbk. | -1,23% | Rp800 |
| BMRI | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. | -1,20% | Rp4.120 |
| AMRT | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. | -1,04% | Rp1.425 |
Data tabel tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual dialami oleh saham-saham dari sektor otomotif, telekomunikasi, hingga perbankan. Penurunan ini membatasi penguatan lebih lanjut dari Indeks Bisnis-27.
Analisis Pergerakan IHSG dan Sektor Energi
Sejalan dengan penguatan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan performa yang mengesankan. IHSG berhasil bangkit dan ditutup pada level 6.162,05 atau naik sebesar 1,10%.
Tim riset dari Phintraco Sekuritas memberikan penjelasan mengenai tren positif yang terjadi di pasar modal hari ini. Mereka menyebutkan bahwa rally pada saham sektor energi dan basic materials menjadi faktor kunci.
Sebelum berhasil menguat, IHSG sebenarnya sempat tertekan dan menyentuh level terendahnya di posisi 5.966,86. Namun, aksi beli di sektor komoditas berhasil membalikkan keadaan pasar.
Hampir seluruh sektor industri berakhir di zona hijau pada sesi perdagangan penutupan pekan ini. Satu-satunya sektor yang gagal menguat adalah sektor finansial yang tercatat terkoreksi sebesar 0,38%.
Sektor energi menjadi bintang utama dengan kenaikan fantastis mencapai 6,85%. Sementara itu, sektor basic materials menyusul di posisi kedua dengan pertumbuhan sebesar 4,84%.
Kenaikan harga komoditas global ditengarai menjadi katalis positif bagi saham-saham di kedua sektor tersebut. Investor terlihat optimis melakukan akumulasi beli pada emiten tambang dan pendukung energi.
Keputusan untuk melakukan investasi, baik membeli atau menjual saham, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab pembaca. Artikel ini bersifat informatif dan tidak mengandung ajakan atau paksaan dalam bertransaksi.
Kondisi pasar saham yang dinamis ini diharapkan terus berlanjut pada pekan berikutnya. Pantau terus pergerakan data ekonomi terbaru untuk mengambil langkah investasi yang tepat dan terukur.
Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas global yang mungkin memengaruhi bursa domestik. Diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi yang disarankan oleh banyak analis profesional saat ini.