IHSG Ambruk 1,4 Persen ke Level 6.628 pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

IHSG Ambruk 1,4 Persen ke Level 6.628 pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan
Foto: Ilustrasi IHSG Ambruk 1,4 Persen ke Level 6.628 pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan.
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan ini dengan performa yang kurang menggembirakan. Pada pembukaan pasar hari Senin (18/5/2026), indeks langsung terkoreksi tajam hingga 1,4 persen ke posisi 6.628.

Kondisi pasar kian memburuk hanya semenit setelah perdagangan dimulai dengan pelemahan yang menembus angka 2,56 persen. Hal ini membuat posisi IHSG merosot lebih dalam ke level 6.551 di tengah tekanan jual yang masif.

Data perdagangan menunjukkan dominasi warna merah yang sangat kuat di seluruh papan bursa. Tercatat sebanyak 462 saham mengalami penurunan harga, sementara 384 saham lainnya tidak bergerak dan hanya 113 saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Aktivitas transaksi di awal sesi langsung menunjukkan pergerakan yang cukup padat. Total nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun dengan volume perdagangan yang menyentuh angka 1,8 miliar lembar saham.

Penurunan Serentak Indeks Utama dan Sektoral

Tekanan jual yang besar tidak hanya menghantam IHSG, tetapi juga menyeret turun berbagai indeks saham unggulan lainnya. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang cukup merata di pasar modal Indonesia pada pagi ini.

Berikut adalah rincian koreksi yang terjadi pada beberapa indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia:

  • Indeks LQ45 mengalami penyusutan sebesar 2,16 persen ke level 643.
  • Indeks JII mencatat penurunan paling dalam hingga 3,42 persen ke posisi 422.
  • Indeks MNC36 melemah 1,93 persen dan kini berada di level 283.
  • Indeks IDX30 juga terkontraksi 1,82 persen sehingga menyentuh angka 364.

Data di atas memperlihatkan bahwa kelompok saham likuid dan saham syariah mengalami guncangan yang cukup signifikan. Investor tampaknya cenderung melepas aset mereka di awal pekan ini.

Seluruh indeks sektoral di bursa juga terpantau kompak berada di zona merah tanpa pengecualian. Sektor-sektor strategis seperti perbankan, energi, teknologi, hingga infrastruktur secara serentak mengalami pelemahan yang cukup signifikan.

Kondisi ini mencakup sektor konsumer baik siklikal maupun non-siklikal, industri, properti, hingga transportasi. Sektor kesehatan dan bahan baku juga tidak mampu membendung arus tekanan pasar yang sedang terjadi.

Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers

Meskipun pasar sedang mengalami tekanan berat, masih terdapat beberapa emiten yang berhasil mencatatkan penguatan harga. Di sisi lain, beberapa saham unggulan justru menjadi pemberat indeks karena mengalami koreksi harga yang dalam.

Daftar emiten yang menempati posisi teratas dalam kenaikan maupun penurunan harga:

Kategori Nama Emiten (Kode Saham)
Top Gainers PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR)
Top Gainers PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE)
Top Gainers PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI)
Top Losers PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Top Losers PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA)
Top Losers PT Asia Pramulia Tbk (ASPR)

Tabel tersebut merangkum pergerakan saham-saham yang paling fluktuatif di awal perdagangan sesi pertama hari ini. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar dalam menentukan strategi investasi di tengah koreksi indeks.

Analis sebelumnya memang sudah memprediksi adanya potensi koreksi lanjutan pada pekan ini. Salah satu faktor utama yang dinilai memberikan tekanan adalah sentimen dari rebalancing indeks MSCI yang mempengaruhi arus modal di pasar saham domestik.

Dengan posisi IHSG yang saat ini berada di level 6.551, target koreksi ke area 6.510 kini menjadi perhatian utama para investor. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada melihat volatilitas pasar yang cenderung tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi