Harga Minyak Dunia Terbaru Anjlok 17 Persen Mei 2026, Ini Faktor Pemicunya

Harga Minyak Dunia Terbaru Anjlok 17 Persen Mei 2026, Ini Faktor Pemicunya
Foto: Harga Minyak Dunia Terbaru Anjlok 17 Persen Mei 2026, Ini Faktor Pemicunya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan drastis sepanjang Mei 2026. Tren negatif ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap peluang kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Selat ini merupakan jalur pelayaran energi yang sangat krusial bagi pasokan minyak global.

Catatan Terburuk Sejak Masa Pandemi

Melansir data dari CNBC, harga minyak Brent yang menjadi acuan internasional anjlok lebih dari 19 persen selama satu bulan terakhir. Penurunan ini tercatat sebagai yang terdalam sejak Maret 2020, tepat saat pandemi Covid-19 melumpuhkan ekonomi dunia.

Kondisi serupa juga dialami oleh minyak mentah West Texas Intermediate (WTI). Harga WTI merosot hampir 17 persen pada Mei, yang menjadi performa bulanan terburuknya sejak April 2025.

Pada penutupan perdagangan Jumat (30/5/2026), tekanan harga masih berlanjut. Minyak WTI turun 1,73 persen ke level 87,36 dollar AS per barel, sementara Brent melemah 1,77 persen ke posisi 92,05 dollar AS per barel.

Sentimen negatif pada akhir pekan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump berencana menggelar pertemuan penting di Situation Room Gedung Putih. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mengambil keputusan final terkait negosiasi dengan pihak Teheran.

Syarat Ketat Donald Trump untuk Iran

Meskipun peluang kesepakatan terbuka lebar, Presiden Trump tetap mengajukan sejumlah syarat yang cukup berat. Trump menegaskan bahwa Iran wajib menjamin bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir di masa depan.

Selain itu, pihak Gedung Putih menuntut agar Selat Hormuz segera dibuka untuk lalu lintas kapal dari dua arah. Akses tersebut harus bebas dari pembatasan maupun pungutan biaya apa pun.

Beberapa tuntutan teknis dan keamanan yang diajukan oleh Amerika Serikat meliputi:

  • Pembersihan seluruh ranjau yang masih mengendap di kawasan perairan Selat Hormuz oleh pihak Iran.
  • Pemberian izin bagi AS untuk melacak dan menghancurkan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran.
  • Uranium tersebut dilaporkan tertimbun di bawah reruntuhan akibat serangan udara AS dan Israel pada tahun sebelumnya.

Tuntutan ini menjadi dasar bagi AS sebelum benar-benar menandatangani perjanjian damai. Kepastian mengenai pembersihan ranjau menjadi poin krusial untuk menjamin keamanan kapal-kapal tanker internasional.

Progres Nota Kesepahaman dan Gencatan Senjata

Sejumlah pejabat di Washington mengungkapkan bahwa para negosiator sebenarnya telah mencapai titik temu mengenai nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan awal ini berlaku selama 60 hari untuk memperpanjang masa gencatan senjata.

MoU tersebut juga dirancang untuk membuka ruang diskusi lebih lanjut mengenai program nuklir Iran. Namun, kesepakatan ini masih membutuhkan lampu hijau atau tanda tangan resmi dari Presiden Trump agar dapat segera diterapkan.

Berikut adalah ringkasan dampak pasar dan rincian harga minyak pada akhir Mei 2026:

Jenis Minyak Persentase Penurunan (Mei) Harga Penutupan (per barel)
Brent (Internasional) -19% 92,05 dollar AS
WTI (Amerika Serikat) -17% 87,36 dollar AS

Data di atas menunjukkan betapa besarnya pengaruh spekulasi geopolitik terhadap volatilitas harga energi di pasar global. Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan di Gedung Putih karena hasilnya akan menentukan arah pasokan minyak dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi