Grup Djarum Ungkap Alasan Ekspansi ke Bisnis Peternakan Sapi Perah Nasional

Grup Djarum Ungkap Alasan Ekspansi ke Bisnis Peternakan Sapi Perah Nasional
Foto: Ilustrasi Grup Djarum Ungkap Alasan Ekspansi ke Bisnis Peternakan Sapi Perah Nasional.
Ukuran teks

Grup Djarum secara resmi mengungkapkan alasan strategis di balik langkah ekspansi besar-besaran mereka ke sektor agribisnis dan pangan. Konglomerat ini tengah membangun fasilitas peternakan sapi perah terbesar di Indonesia yang berlokasi di wilayah Brebes, Jawa Tengah.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas kondisi pasar di mana sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui jalur impor. Dengan hadirnya peternakan ini, Grup Djarum berharap dapat memperkuat ketahanan pangan dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan pada produk luar negeri.

Transformasi Bisnis Melalui Savoria Group

CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa lini bisnis susu ini merupakan bagian integral dari pilar Fast Moving Consumer Good (FMCG) milik Djarum. Savoria Group sendiri telah menaungi berbagai merek populer yang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia.

Beberapa produk yang berada di bawah manajemen Savoria meliputi kategori minuman kopi seperti Kopi Tubruk Gadjah dan Caffino. Selain itu, mereka juga mengelola merek permen FOX’S, lini bisnis roti melalui 5Days, serta produk minuman isotonik HydroPlus dan teh Sariwangi.

Investasi jumbo di sektor peternakan ini juga menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap program-program strategis yang dicanangkan oleh pemerintah. Fokus utamanya adalah mempercepat produksi daging serta susu nasional guna menciptakan stabilitas pangan yang lebih mandiri.

Daftar sektor bisnis yang dikelola oleh Savoria Group dalam ekosistem Djarum:

  • Minuman Kopi: Memasarkan produk siap seduh melalui merek Kopi Tubruk Gadjah dan Caffino yang menyasar berbagai segmen pasar.
  • Produk Konfeksioneri: Mengelola permen FOX’S yang telah lama dikenal luas oleh konsumen di tanah air.
  • Makanan Pastry: Mengembangkan produk roti kemasan melalui merek 5Days untuk kebutuhan konsumsi praktis.
  • Minuman Kesehatan & Teh: Menyediakan minuman isotonik HydroPlus serta produk teh legendaris Sariwangi.

Ekspansi ini menandai keseriusan Grup Djarum dalam menggarap potensi pasar konsumsi harian yang terus bertumbuh pesat. Perusahaan kini tidak hanya fokus pada industri tembakau, tetapi juga memperkuat fundamental di sektor kebutuhan pokok masyarakat.

Integrasi Hulu ke Hilir di Brebes

Saat ini, tingkat konsumsi susu di Indonesia terus menunjukkan tren positif akibat meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi. Namun, pasokan susu segar dari peternak domestik dinilai belum mencukupi kebutuhan industri pengolahan maupun konsumsi rumah tangga secara langsung.

Melalui proyek di Brebes, Grup Djarum menerapkan konsep bisnis terintegrasi yang mencakup seluruh proses dari peternakan hingga pabrik. Strategi "from farm to factory" ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga optimal hingga sampai ke konsumen.

Kabupaten Brebes dipilih sebagai lokasi utama pusat pengembangan karena dianggap memiliki keunggulan strategis dari sisi logistik dan ekosistem pendukung. Kedekatannya dengan sentra penghasil jagung mempermudah perusahaan dalam mengamankan pasokan pakan ternak secara berkelanjutan.

Selain itu, akses transportasi dari Brebes menuju wilayah Jabodetabek tergolong sangat efisien bagi distribusi produk segar. Hal ini krusial karena kawasan Jabodetabek merupakan pasar konsumen susu segar terbesar di Indonesia saat ini.

Potensi pengembangan peternakan sapi perah di wilayah Brebes:

Aspek Pengembangan Keterangan Detail
Target Populasi Sapi Mencapai 36.000 ekor sapi perah dalam beberapa tahun mendatang.
Pengelola Proyek Dijalankan oleh PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama.
Kontribusi Nasional Diproyeksikan menyumbang 18% dari total target produksi susu segar nasional.
Basis Sosial Memanfaatkan keahlian masyarakat lokal yang mayoritas berlatar belakang petani.

Integrasi ini juga didukung oleh jaringan distribusi nasional yang sudah dimiliki oleh Grup Djarum selama puluhan tahun. Kekuatan logistik tersebut menjadi modal sosiokultural dan ekonomi yang besar untuk memenangkan persaingan di pasar susu domestik.

Tantangan Operasional dan Prospek Industri

Meskipun memiliki potensi yang menggiurkan, Ihsan Mulia Putri mengakui bahwa industri peternakan sapi perah memiliki tantangan yang tidak ringan. Salah satu kendala utama adalah tingginya biaya operasional akibat fluktuasi harga pakan ternak di pasar global maupun lokal.

Kualitas pakan domestik seringkali dinilai belum sekonsisten produk impor, yang berdampak pada produktivitas susu. Selain itu, ancaman penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai.

Ketersediaan benih unggul untuk sapi perah dan jagung khusus silase di dalam negeri juga masih sangat terbatas. Hal ini menuntut perusahaan untuk melakukan inovasi mandiri dan manajemen risiko yang sangat ketat guna menjaga kelangsungan operasional peternakan.

Namun, Grup Djarum tetap optimistis bahwa prospek industri susu pada tahun 2026 akan tetap cerah bagi pelaku usaha. Kehadiran program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis diprediksi akan menjadi katalisator utama dalam meningkatkan permintaan susu secara nasional.

Manajemen perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan di sektor pangan dan agribisnis di masa depan. Dengan membangun rantai pasok yang kuat, mereka yakin dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ketersediaan gizi masyarakat sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Artikel terkait

Rekomendasi