Operasi pencarian besar-besaran pasca letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara akhirnya membuahkan hasil. Seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi maut tersebut kini telah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan.
Keberhasilan misi kemanusiaan ini tidak lepas dari peran aktif Emergency Response Team (ERT) milik PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Tim penyelamat perusahaan ini langsung diterjunkan ke lokasi terdampak sejak Sabtu, 9 Mei 2026, menyusul letusan dahsyat yang terjadi sehari sebelumnya.
Kolaborasi Solid Tim Gabungan di Medan Ekstrem
Tim Rescue NHM bergerak di bawah komando Zakaria Barham dengan dukungan Aristo Elly dan Fans Daniel Ambeua. Mereka bahu-membahu bersama personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halmahera Utara, kelompok MAPALA, serta relawan lokal di lapangan.
Sinergi berbagai elemen ini bertujuan untuk mempercepat proses penyisiran di lereng gunung yang berbahaya. Kehadiran tim ahli di lokasi menjadi krusial mengingat kondisi medan yang sangat menantang bagi para penyelamat.
Beberapa tugas utama yang dijalankan oleh tim ERT NHM selama operasi darurat berlangsung meliputi:
- Melakukan pelacakan intensif serta pemetaan akurat terhadap titik lokasi keberadaan para korban.
- Menyisir area terdampak erupsi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di zona bahaya.
- Memberikan tindakan pertolongan pertama kepada korban sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
- Melaksanakan proses evakuasi korban dari medan yang sulit menuju titik aman atau posko penanganan.
Tugas-tugas tersebut dilaksanakan secara profesional guna memastikan keselamatan tim maupun efektivitas pencarian. Setiap langkah koordinasi dilakukan dengan sangat teliti untuk meminimalisir risiko tambahan di lapangan.
Perjuangan Melawan Cuaca dan Medan Ganas
Zakaria Barham selaku Komandan Tim ERT NHM mengungkapkan bahwa cuaca buruk menjadi kendala utama dalam operasi ini. Meski demikian, seluruh personel tetap berkomitmen penuh untuk menyelesaikan misi hingga tuntas.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan tim tetap menjadi prioritas tanpa mengurangi kecepatan respons di lapangan. Upaya keras menembus berbagai keterbatasan dilakukan demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Kronologi Penemuan Seluruh Korban Erupsi
Proses penemuan korban dilakukan secara bertahap seiring dengan meluasnya area pencarian tim SAR. Berikut adalah rangkuman waktu evakuasi para korban selama operasi berlangsung:
Data evakuasi korban erupsi Gunung Dukono oleh tim SAR gabungan:
| Tanggal Evakuasi | Nama Korban | Kondisi Saat Ditemukan |
|---|---|---|
| 9 Mei 2026 | Engel Krishela Pradita | Meninggal Dunia |
| 10 Mei 2026 | Dua Korban Lainnya | Meninggal Dunia |
Data di atas menunjukkan bahwa seluruh target pencarian telah ditemukan dalam kurun waktu dua hari operasi intensif. Penemuan dua korban terakhir pada 10 Mei 2026 menandai berakhirnya pencarian orang hilang di lokasi tersebut.
Ketiga korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia kini telah dipindahkan ke pos penanganan darurat. Pihak berwenang memastikan bahwa seluruh jenazah akan ditangani sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Wujud Nyata Kepedulian Korporat NHM
Keterlibatan aktif PT Nusa Halmahera Minerals dalam bencana ini merupakan bentuk nyata komitmen terhadap masyarakat sekitar. Perusahaan menyiagakan sumber dayanya untuk mendukung misi kemanusiaan di wilayah operasional mereka.
Langkah ini menunjukkan bahwa kapasitas teknis perusahaan dapat menjadi bagian penting dalam sistem tanggap darurat daerah. Sinergi antara korporasi, aparat, dan masyarakat terbukti mampu mempercepat penanganan situasi kritis pasca bencana alam.