Harta Elon Musk Berpotensi Tembus Rp17.800 Triliun Usai IPO SpaceX, Makin Tak Terkejar di 2026

Harta Elon Musk Berpotensi Tembus Rp17.800 Triliun Usai IPO SpaceX, Makin Tak Terkejar di 2026
Foto: Harta Elon Musk Berpotensi Tembus Rp17.800 Triliun Usai IPO SpaceX, Makin Tak Terkejar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Elon Musk kini berada di ambang sejarah sebagai manusia pertama yang diprediksi akan memiliki kekayaan menembus angka 1 triliun dollar AS. Potensi lonjakan harta ini sejalan dengan rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dari perusahaan antariksa miliknya, SpaceX.

Berdasarkan informasi dari prospektus terbaru yang dirilis pada Rabu (3/6/2026), SpaceX menetapkan harga penawaran sebesar 135 dollar AS per lembar saham. Angka tersebut melontarkan valuasi total perusahaan hingga menyentuh kisaran 1,77 triliun dollar AS.

Valuasi SpaceX dan Lonjakan Harta Musk

Kepemilikan saham Musk di SpaceX diproyeksikan bakal bernilai sekitar 866,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 15.424 triliun. Jumlah fantastis ini dihitung menggunakan asumsi kurs Rp 17.800 per dollar AS.

Kekayaan tersebut bahkan belum menghitung aset pribadinya di Tesla yang saat ini ditaksir mencapai lebih dari 355 miliar dollar AS. Jika dijumlahkan, total aset Musk dari berbagai lini bisnisnya akan melampaui angka psikologis 1 triliun dollar AS.

Berikut adalah rincian proyeksi kekayaan Elon Musk setelah IPO SpaceX:

Sumber Kekayaan Estimasi Nilai (USD) Estimasi Nilai (IDR)
Saham SpaceX 866,5 Miliar Rp 15.424 Triliun
Saham Tesla 355 Miliar Rp 6.319 Triliun
Opsi Saham Tesla 100+ Miliar Rp 1.780+ Triliun
Total Potensi 1,32 Triliun Rp 23.500+ Triliun

Tabel di atas menggambarkan bagaimana akumulasi aset dari SpaceX dan Tesla memperkokoh posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia. Angka ini kemungkinan besar masih akan bertambah seiring dengan opsi saham Tesla yang belum dieksekusi.

Kendali Penuh dan Aturan Investasi

Meskipun SpaceX akan segera menjadi perusahaan publik, dokumen prospektus menegaskan bahwa Elon Musk tetap memegang kendali penuh. Ia diperkirakan masih menguasai hak suara di atas 82 persen di perusahaan tersebut.

Terdapat ketentuan khusus berupa masa lock-up yang mewajibkan Musk menyimpan seluruh sahamnya selama satu tahun pertama setelah melantai di bursa. Aturan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham dan menunjukkan komitmen jangka panjang sang pendiri.

Manajemen SpaceX menyatakan bahwa besarnya kepemilikan saham Musk menjadi motivasi ekonomi yang kuat baginya untuk terus memajukan perusahaan. Setelah periode satu tahun berakhir, ia baru diperbolehkan menjual sebagian kepemilikannya jika diperlukan.

Menuju Jajaran Perusahaan Elit Amerika

Jika proses IPO berjalan mulus pekan depan, SpaceX dipastikan akan langsung bergabung dalam klub eksklusif perusahaan bernilai triliunan dollar AS. Valuasi SpaceX bahkan berpotensi mengungguli kapitalisasi pasar Tesla maupun Meta Platforms.

Namun, terdapat perbedaan mencolok jika menilik dari sisi pendapatan tahunan perusahaan antariksa ini dibandingkan raksasa teknologi lainnya. SpaceX tercatat membukukan pendapatan sebesar 18,67 miliar dollar AS sepanjang tahun 2025.

Perbandingan pendapatan tahunan SpaceX dengan perusahaan teknologi lain:

  • Meta Platforms: Mencatat pendapatan lebih dari 200 miliar dollar AS.
  • Tesla: Membukukan nilai penjualan mencapai hampir 95 miliar dollar AS.
  • SpaceX: Berada di angka 18,67 miliar dollar AS meskipun memiliki valuasi pasar yang sangat tinggi.

Daftar perbandingan tersebut menunjukkan bahwa valuasi tinggi SpaceX lebih didorong oleh potensi masa depan dibandingkan pendapatan saat ini. Investor melihat nilai inovasi antariksa sebagai aset yang sangat berharga di masa mendatang.

Muncul pula spekulasi di kalangan investor mengenai kemungkinan Musk menggabungkan kekuatan SpaceX dan Tesla suatu saat nanti. Langkah ini dinilai strategis untuk mengintegrasikan sumber daya kecerdasan buatan (AI) serta mempermudah penggalangan modal skala besar.

Artikel terkait

Rekomendasi