PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), perusahaan produsen ban yang menjadi salah satu portofolio andalan investor kawakan Lo Kheng Hong, baru saja mengumumkan perubahan besar dalam jajaran kepemimpinannya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, perseroan resmi menunjuk Suryopratomo sebagai Presiden Direktur yang baru.
Suryopratomo, yang sebelumnya dikenal luas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura serta tokoh senior di industri media nasional, kini dipercaya memimpin emiten berkode saham GJTL tersebut. Pengangkatan ini menjadi babak baru bagi perusahaan di tengah dinamika industri otomotif dan pasar modal yang terus berkembang.
Profil Strategis Suryopratomo: Dari Media hingga Diplomasi
Suryopratomo memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia berhasil meraih gelar sarjana dari Fakultas Peternakan pada tahun 1983 dan melanjutkan studi pascasarjana di institusi yang sama hingga lulus pada tahun 1986.
Perjalanan kariernya dimulai sebagai insan pers di Harian Kompas sejak tahun 1987. Dedikasinya di dunia jurnalistik membawanya menduduki kursi Pemimpin Redaksi Kompas selama periode tahun 2000 hingga 2008.
Tak hanya di bidang redaksional, ia juga pernah memegang jabatan strategis sebagai Wakil CEO Kompas Gramedia Group pada kurun waktu 2005 hingga 2008. Setelah itu, Suryopratomo melanjutkan pengabdiannya di Media Group dengan menjabat sebagai Direktur Pemberitaan Metro TV pada 2008-2016.
Puncak kariernya di dunia televisi diraih saat ia dipercaya menjadi Direktur Utama Metro TV pada periode 2017 hingga 2019. Hingga saat ini, sosoknya masih tercatat aktif sebagai anggota Dewan Redaksi Media Group serta menduduki posisi Komisaris di Metro TV.
Pengalaman diplomasi Suryopratomo juga sangat mumpuni, di mana ia menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Singapura. Masa jabatannya di Negeri Singa tersebut berlangsung sejak September 2020 hingga Desember 2025 sebelum akhirnya berlabuh di Gajah Tunggal.
Perubahan Struktur Dewan Komisaris dan Direksi
Selain menetapkan nakhoda baru untuk posisi direksi, RUPST Gajah Tunggal juga mengumumkan perubahan pada susunan dewan komisaris. Sugeng Rahardjo yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur periode 2018-2026, kini berpindah tugas menjadi Komisaris perusahaan.
Sugeng Rahardjo sendiri merupakan sosok dengan rekam jejak diplomatik yang panjang, termasuk pernah menjadi Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia pada 2014-2017. Ia juga tercatat sempat mengemban amanah sebagai Inspektur Jenderal di Departemen Luar Negeri pada periode 2010 hingga 2014.
Selain Sugeng, pemegang saham juga menyepakati pengangkatan Ris Sutarto sebagai anggota dewan komisaris yang baru. Ris memiliki latar belakang yang sangat kuat di instansi kepolisian serta birokrasi pemerintahan Indonesia.
Ris Sutarto merupakan lulusan AKABRI tahun 1973 dan memperoleh gelar doktorandus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 1985. Ia mengabdi di Polri sejak tahun 1974 hingga masa pensiunnya di tahun 2005 dengan pangkat terakhir Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).
Setelah purnatugas dari kepolisian, Ris melanjutkan pengabdian di Kementerian Hukum dan HAM. Di sana, ia pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen Ditjen Imigrasi serta Kepala Biro Kepegawaian di departemen tersebut.
Pengalaman Ris semakin lengkap dengan perannya sebagai tenaga ahli pendukung satuan tugas di Badan Intelijen Negara (BIN). Ia juga pernah dipercaya menjadi staf khusus bagi Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.
Kinerja Keuangan GJTL Tahun Buku 2025
Dalam pertemuan tahunan tersebut, PT Gajah Tunggal Tbk. juga memaparkan laporan kinerja keuangan untuk sepanjang tahun 2025 yang lalu. Perseroan mencatatkan realisasi penjualan sebesar Rp17,66 triliun, sedikit mengalami penurunan dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp18,02 triliun.
Meskipun angka penjualan mengalami koreksi tipis, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif pada sisi keuntungan bersih. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp1,24 triliun dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp1,18 triliun.
Berikut adalah daftar lengkap manajemen baru PT Gajah Tunggal Tbk. hasil keputusan RUPST 2026:
| Jabatan | Nama Pejabat |
|---|---|
| Presiden Direktur | Suryopratomo |
| Wakil Presiden Direktur | Budhi Santoso Tanasaleh |
| Direktur | Kisyuwono |
| Direktur | Hendra Soerijadi |
| Direktur | Hui Chee Teck |
| Direktur | Tan Yee Sin |
| Presiden Komisaris | Sutanto |
| Komisaris | Sugeng Rahardjo |
| Komisaris | Tan Enk Ee |
| Komisaris | Gautama Hartarto |
| Komisaris | Sudrajat |
Data di atas menunjukkan adanya kombinasi antara wajah baru yang sarat pengalaman diplomasi dan profesional media dengan figur lama yang telah lama mengawal perusahaan. Hal ini diharapkan mampu membawa sinergi positif bagi kinerja Gajah Tunggal di masa depan.
Langkah perombakan pengurus ini juga dilakukan di tengah aksi borong saham yang dilakukan oleh investor ternama Lo Kheng Hong. Sepanjang Mei 2026, pria yang dijuluki sebagai Warren Buffett-nya Indonesia ini terpantau kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di emiten ban tersebut.
Keterlibatan tokoh-tokoh besar dalam struktur manajemen serta dukungan dari investor ritel kakap seperti Lo Kheng Hong memberikan sinyal optimisme bagi para pemegang saham lainnya. Pasar kini menantikan strategi baru yang akan dibawa oleh Suryopratomo untuk meningkatkan efisiensi dan penetrasi pasar produk ban Gajah Tunggal secara global.