Efisiensi Biaya, PHE ONWJ Raih Produksi Minyak 1.321 BOPD di Perairan Jabar

Efisiensi Biaya, PHE ONWJ Raih Produksi Minyak 1.321 BOPD di Perairan Jabar
Foto: Ilustrasi Efisiensi Biaya, PHE ONWJ Raih Produksi Minyak 1.321 BOPD di Perairan Jabar.
Ukuran teks

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) baru saja mengumumkan capaian signifikan dari sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA, perairan utara Jawa Barat. Sumur tersebut berhasil mencatatkan produksi awal sebesar 1.321 barrel minyak per hari (BOPD) serta gas mencapai 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Menariknya, aliran hidrokarbon dari sumur ini terjadi secara alami dengan tingkat Basic Sediment and Water (BSW) atau kadar air sebesar nol persen. Hal ini menandakan bahwa minyak yang diperoleh merupakan minyak murni tanpa campuran air sama sekali.

Strategi dan Keberhasilan Teknis Sumur LLA-6

Adang Sukmatiawan selaku Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ mengungkapkan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam terhadap proyek sebelumnya. Strategi yang diterapkan pada sumur LLA-6 mengacu pada pengalaman pengeboran sumur LLE-5ST yang dilakukan tahun lalu.

Karena target lapisan batuan yang dihadapi serupa, perusahaan melakukan penyempurnaan pada formulasi dan strategi operasionalnya. Adang menegaskan bahwa eksekusi yang lebih matang terbukti membuahkan hasil produksi yang sangat memuaskan bagi perusahaan.

Rincian operasional pengeboran sumur LLA-6 dapat dilihat pada poin berikut:

  • Pengeboran dimulai (tajak) pada tanggal 24 Maret 2026.
  • Menggunakan metode pengeboran berarah atau directional drilling dengan Rig PVD-II.
  • Mencapai kedalaman akhir sebesar 5.407 feet measured depth (ftMD).
  • Kedalaman tegak lurus sumur setara dengan 3.561 feet true vertical depth (ftTVD).

Seluruh tahapan mulai dari pengeboran hingga tahap pengujian aliran produksi berhasil diselesaikan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Efisiensi waktu ini menjadi bukti keandalan tim teknis di lapangan dalam mengelola proyek migas lepas pantai.

Proses Pengerjaan yang Efisien dan Cepat

Seluruh rangkaian kegiatan operasional di sumur LLA-6 hanya memakan waktu selama 33 hari hingga uji alir produksi dilakukan pada 2 Mei 2026. Kecepatan ini didukung oleh kelancaran mobilitas alat dan distribusi material dari kapal ke fasilitas rig tanpa hambatan cuaca.

Keberhasilan ini juga memiliki nilai sejarah penting karena menjadi aktivitas pengeboran pertama di Anjungan LLA setelah vakum selama 24 tahun. Selama lebih dari dua dekade, tidak ada kegiatan eksplorasi maupun pengembangan sumur baru di platform tersebut.

Berikut adalah ringkasan performa produksi dan waktu pengerjaan sumur LLA-6:

Kategori Data Keterangan Produksi
Produksi Minyak Harian 1.321 BOPD
Produksi Gas Harian 2 MMSCFD
Kadar Air (BSW) 0 Persen (Murni)
Durasi Pengeboran 33 Hari

Tabel di atas menunjukkan efektivitas sumur LLA-6 dalam menghasilkan energi fosil berkualitas tinggi dalam waktu singkat. Capaian ini memperkuat posisi PHE ONWJ dalam menjaga stabilitas produksi migas nasional.

Tantangan Teknis di Dasar Laut

Proses persiapan pengeboran ini sebenarnya tidak mudah karena tim Subsurface harus menghadapi berbagai tantangan teknis yang berisiko tinggi. Beberapa kendala yang muncul antara lain isu gelembung (bubble) di dasar laut serta risiko gas dangkal yang membahayakan operasional.

Selain itu, terdapat potensi kehilangan cairan pengeboran atau drilling fluid loss pada lapisan batuan parigi dan pre-parigi. Namun, berkat perencanaan manajemen kehilangan cairan yang mendalam dan studi geomekanik, semua tantangan tersebut bisa diatasi dengan baik.

Analisis tim menunjukkan bahwa sumur LLA-6 menembus lapisan LL-30 yang posisinya sekitar 60 kaki lebih tinggi dibandingkan sumur referensi sebelumnya. Data tekanan dan analisis komprehensif membuktikan bahwa lapisan tersebut masih memiliki potensi besar untuk terus menghasilkan minyak murni.

Artikel terkait

Rekomendasi