Pasar obat herbal di kancah internasional diprediksi akan terus mengalami lonjakan hingga menyentuh angka USD600 miliar pada tahun 2030 mendatang. Saat ini, kekuatan besar dalam industri ini masih didominasi oleh Traditional Chinese Medicine asal China dan sistem pengobatan Ayurveda dari India.
Indonesia kini tidak ingin lagi hanya dipandang sebagai penyedia bahan baku mentah bagi negara lain. Melalui Dexa Group, Indonesia mulai menunjukkan taringnya sebagai produsen obat modern alami yang memenuhi standar kualitas global.
Belajar dari Kesuksesan Ekosistem Kesehatan China dan India
Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Prof. Raymond R. Tjandrawinata, mengungkapkan bahwa kesuksesan China dan India bukan sekadar karena kekayaan alamnya. Kedua negara tersebut dinilai berani membangun ekosistem kesehatan yang mengintegrasikan obat herbal ke dalam sistem medis modern secara menyeluruh.
Prof. Raymond menekankan bahwa Indonesia memiliki biodiversitas terbesar kedua di dunia yang menjadi modal sangat berharga. Ia menyebut langkah krusial selanjutnya adalah memasukkan obat berbasis bahan alam ke dalam layanan kesehatan formal nasional.
Sebagai contoh, China telah menjadikan TCM sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem rumah sakit nasional mereka hingga diakui dunia. Sementara itu, India membangun rumah sakit Ayurveda dengan dukungan riset serta uji klinis yang sangat kuat.
Kombinasi antara kekayaan alam, dukungan sains, serta sistem yang terintegrasi terbukti mampu menciptakan industri kesehatan yang mendunia. Indonesia diyakini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mengikuti jejak kesuksesan kedua negara tersebut.
Konsistensi Dexa Group Mengembangkan Produk OMAI
Dexa Group telah berkomitmen mewujudkan kemandirian farmasi Indonesia melalui unit riset Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Selama lebih dari dua dekade, mereka konsisten mengembangkan Obat Modern Alami Integratif atau yang dikenal sebagai OMAI.
Pengembangan OMAI dilakukan dengan pendekatan sains modern dan evidence-based medicine atau pengobatan berbasis bukti. Proses panjang ini melibatkan riset mendalam serta standardisasi bahan alam yang sangat ketat.
Tahapan utama dalam pengembangan produk OMAI yang dilakukan oleh Dexa Group meliputi:
- Melakukan riset biomolekuler untuk menemukan potensi zat aktif dari kekayaan alam Indonesia.
- Standardisasi bahan baku alam guna memastikan konsistensi kualitas di setiap produk yang dihasilkan.
- Melaksanakan uji klinis yang ketat untuk menjamin keamanan dan efikasi obat bagi pasien.
- Mengintegrasikan hasil riset ke dalam produk farmasi yang siap bersaing di pasar global.
Seluruh proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap produk OMAI memiliki efikasi yang setara dengan obat kimia. Dengan standar yang terjaga, produk fitofarmaka asli Indonesia diharapkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing di mancanegara.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri farmasi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global yang sedang terjadi. Kehadiran OMAI menjadi bukti nyata bahwa inovasi berbasis biodiversitas lokal mampu menjawab tantangan kesehatan masa kini.