Daftar Saham Paling Cuan Saat IHSG Tertekan Sentimen Rebalancing MSCI

Daftar Saham Paling Cuan Saat IHSG Tertekan Sentimen Rebalancing MSCI
Foto: Ilustrasi Daftar Saham Paling Cuan Saat IHSG Tertekan Sentimen Rebalancing MSCI.
Ukuran teks

Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia tetap mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan harga yang cukup signifikan sepanjang perdagangan pekan ini. Fenomena ini cukup menarik perhatian karena terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru sedang mengalami tren melemah.

Sentimen negatif yang membayangi pasar modal domestik belakangan ini dipicu oleh pengumuman rebalancing indeks MSCI. Kebijakan tersebut mendepak sejumlah emiten asal Indonesia, sehingga memberikan tekanan yang cukup kuat terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Berdasarkan laporan perdagangan dari tanggal 11 hingga 13 Mei 2026, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) muncul sebagai bintang di lantai bursa. Saham ELPI berhasil menduduki puncak daftar top gainers dengan kenaikan nilai mencapai 38,41 persen dalam waktu singkat.

Jika menilik angka lebih mendalam, saham ELPI bergerak naik dari posisi awal di level Rp1.445 per lembar. Hanya dalam tiga hari perdagangan, saham ini melonjak sebesar 555 poin hingga menyentuh harga Rp2.000 per lembar saham.

Daftar Saham dengan Lonjakan Tertinggi Pekan Ini

Selain ELPI, kenaikan tajam juga dialami oleh saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM). Emiten pengolahan hasil laut ini mencatatkan kenaikan harga sebesar 28 persen, bergerak dari harga Rp150 menjadi Rp192 per lembar saham.

Tren positif ini kemudian diikuti oleh PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. (KONI) yang sahamnya menguat sebesar 24,63 persen. Harga saham KONI terpantau melesat naik dari angka Rp2.720 menuju posisi Rp3.390 pada periode yang sama.

Emiten logistik PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) juga tidak ketinggalan dengan membukukan kenaikan sebesar 24,44 persen. Saham KJEN tercatat terapresiasi dari harga sebelumnya Rp135 menjadi Rp168 per lembar saham.

Selanjutnya, ada pendatang baru yang masuk dalam jajaran penguatan tertinggi yaitu PT Esta Indonesia Tbk. (NEST). Saham NEST berhasil melonjak sebesar 20,9 persen, meningkat dari harga Rp488 hingga ditutup pada level Rp590.

Sektor properti juga menunjukkan taringnya melalui PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) yang menguat sebesar 20,19 persen. Harga saham DFAM berpindah dari posisi Rp104 per lembar menjadi Rp125 dalam kurun waktu perdagangan tersebut.

Emiten infrastruktur energi, PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI), turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 18,33 persen ke level Rp284. Sementara itu, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) mengalami apresiasi sebesar 16,81 persen menuju harga Rp278.

Di posisi sembilan, saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA) berhasil naik sebesar 13,73 persen ke angka Rp116 per lembar. Menutup urutan sepuluh besar, saham PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) tercatat naik 13,17 persen hingga mencapai harga 464.

Berikut adalah rangkuman lengkap 10 saham top gainers pada periode 11-13 Mei 2026:

  • PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) naik 38,41% ke Rp2.000.
  • PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) naik 28,00% ke Rp192.
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. (KONI) naik 24,63% ke Rp3.390.
  • PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) naik 24,44% ke Rp168.
  • PT Esta Indonesia Tbk. (NEST) naik 20,90% ke Rp590.
  • PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) naik 20,19% ke Rp125.
  • PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI) naik 18,33% ke Rp284.
  • PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) naik 16,81% ke Rp278.
  • PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA) naik 13,73% ke Rp116.
  • PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) naik 13,17% ke Rp464.

Daftar di atas memperlihatkan variasi sektor usaha yang tetap mampu bertahan di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan jual cukup besar. Investor nampaknya tetap melirik emiten-emiten tertentu yang memiliki potensi pertumbuhan terlepas dari pelemahan indeks utama.

Kondisi Pasar Modal dan Penurunan IHSG

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, menjelaskan bahwa operasional bursa selama periode tersebut ditutup dengan hasil kurang memuaskan. IHSG secara agregat melemah sebesar 3,53 persen dan tertahan di level 6.723,320.

Padahal pada penutupan pekan sebelumnya, indeks masih berada di posisi yang cukup kuat yakni 6.936,396. Penurunan ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar BEI yang merosot hingga 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun.

Berikut adalah tabel ringkasan kinerja Bursa Efek Indonesia pada periode 11-13 Mei 2026:

Indikator Pasar Pekan Sebelumnya Pekan Ini Perubahan (%)
Indeks Harga Saham Gabungan 6.936,396 6.723,320 -3,53%
Kapitalisasi Pasar (Triliun) Rp12.406 Rp11.825 -4,68%
Rata-rata Frekuensi Harian (Juta) 2,55 2,53 -0,56%
Rata-rata Nilai Transaksi (Triliun) Rp23,05 Rp18,82 -18,78%
Rata-rata Volume Transaksi (Miliar) 45,86 35,76 -22,01%

Data tersebut menunjukkan penurunan aktivitas pasar secara menyeluruh, di mana frekuensi, nilai, hingga volume transaksi harian mengalami kontraksi yang cukup tajam. Hal ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar dalam melakukan aksi beli selama periode fluktuasi tinggi.

Kautsar juga menambahkan informasi mengenai aktivitas investasi dari pihak luar negeri pada hari Rabu (13/5/2026). Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai mencapai Rp1,53 triliun.

Angka ini menambah panjang daftar aksi jual asing sepanjang tahun berjalan 2026 yang akumulasinya telah mencapai Rp40,823 triliun. Tekanan dari arus modal keluar ini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pergerakan IHSG untuk kembali ke zona hijau.

Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan data publik, bukan merupakan perintah atau ajakan untuk melakukan transaksi saham tertentu. Segala risiko serta keuntungan dari keputusan investasi merupakan tanggung jawab penuh setiap individu sebagai pembaca.

Artikel terkait

Rekomendasi