Amerika Serikat kini semakin memperkuat dominasinya sebagai salah satu pemain kunci di pasar energi internasional. Sepanjang tahun 2025, negara ini tercatat mengirimkan minyak mentah dalam jumlah masif ke berbagai belahan dunia.
Lonjakan produksi dari sektor pengeboran domestik telah mengubah posisi Amerika Serikat menjadi pemasok vital. Negara ini kini memenuhi kebutuhan energi bagi negara-negara industri besar serta berbagai pusat pengolahan minyak global.
Belanda Menjadi Importir Minyak Utama dari AS
Berdasarkan data perdagangan energi internasional yang dilansir dari Stars Insider, Belanda menduduki peringkat pertama sebagai pembeli terbesar. Negara kincir angin tersebut tercatat mengimpor lebih dari 419 juta barel minyak mentah sepanjang tahun 2025.
Tingginya angka impor Belanda dipicu oleh peran strategis kilang-kilang minyak di negara tersebut. Minyak mentah dari Amerika diolah menjadi bensin, solar, hingga berbagai produk energi lain untuk mendistribusikan pasokan ke seluruh pasar Eropa.
Selain Belanda, negara-negara di benua Amerika juga menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan energi dari Amerika Serikat. Meksiko berada di urutan kedua dengan volume impor mencapai hampir 400 juta barel.
Kanada menyusul di peringkat ketiga dengan total pembelian lebih dari 324 juta barel. Hal ini cukup unik mengingat Kanada sendiri merupakan salah satu eksportir minyak mentah terbesar yang memasok kebutuhan domestik Amerika Serikat.
Dominasi Pasar Asia dalam Pembelian Minyak
Kawasan Asia juga menjadi tujuan utama ekspor energi Amerika Serikat dengan volume yang sangat signifikan. Korea Selatan memimpin sebagai pembeli terbesar di kawasan ini dengan total impor mencapai 257 juta barel.
Jepang mengekor di posisi berikutnya dengan pembelian sebesar 247 juta barel minyak mentah. Sementara itu, China mencatatkan volume impor sebesar 238 juta barel guna menopang kebutuhan energi sektor industrinya yang terus berkembang pesat.
Daftar negara pembeli minyak terbesar asal Amerika Serikat pada tahun 2025:
- Belanda: Menjadi pintu masuk utama energi di Eropa dengan volume lebih dari 419 juta barel.
- Meksiko: Mengimpor hampir 400 juta barel untuk kebutuhan domestik dan industri pengolahannya.
- Kanada: Mencatatkan pembelian lebih dari 324 juta barel sebagai bagian dari hubungan dagang energi lintas batas.
- Korea Selatan: Pembeli terbesar di Asia dengan total mencapai 257 juta barel.
- Jepang: Mengimpor sekitar 247 juta barel guna mendukung stabilitas energi nasional.
- China: Membeli sebanyak 238 juta barel untuk menggerakkan mesin-mesin industri berskala besar.
Data di atas memperlihatkan bagaimana sebaran distribusi minyak mentah Amerika Serikat sangat terkonsentrasi pada negara-negara dengan infrastruktur pengolahan yang maju dan permintaan industri yang tinggi.
Ringkasan volume impor minyak dari Amerika Serikat menurut data tahun 2025:
| Peringkat | Negara Tujuan | Volume Impor (Juta Barel) |
|---|---|---|
| 1 | Belanda | 419 |
| 2 | Meksiko | 400 |
| 3 | Kanada | 324 |
| 4 | Korea Selatan | 257 |
| 5 | Jepang | 247 |
| 6 | China | 238 |
Tabel ini menyajikan perbandingan volume ekspor minyak mentah Amerika Serikat ke beberapa mitra dagang strategis di berbagai kawasan. Terlihat jelas bahwa Belanda dan Meksiko tetap menjadi pasar paling potensial bagi industri energi Amerika saat ini.