Cegah Jeratan Pinjol Ilegal, BantuSaku Edukasi Mahasiswa Lewat Literasi Keuangan Terbaru 2026

Cegah Jeratan Pinjol Ilegal, BantuSaku Edukasi Mahasiswa Lewat Literasi Keuangan Terbaru 2026
Foto: Cegah Jeratan Pinjol Ilegal, BantuSaku Edukasi Mahasiswa Lewat Literasi Keuangan Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Penggunaan layanan keuangan digital yang semakin masif di kalangan generasi muda memicu urgensi penguatan literasi finansial sejak dini.

Menanggapi fenomena tersebut, platform fintech BantuSaku menggandeng regulator dan asosiasi untuk memberikan edukasi langsung kepada para mahasiswa.

Langkah ini bertujuan agar generasi muda lebih memahami cara mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.

CEO BantuSaku, Arnoldyth Rodes Medo, menjelaskan bahwa mahasiswa adalah kelompok yang tumbuh berdampingan dengan inovasi teknologi keuangan.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan finansial yang sehat sangat krusial agar mereka dapat mengambil keputusan secara bijak.

Kolaborasi Strategis untuk Literasi Digital

Edukasi ini diwujudkan melalui sebuah sesi diskusi bertajuk "Money Moves: Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital".

Acara tersebut berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Makassar, pada Minggu (24/5/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BantuSaku dengan sejumlah institusi dan pelaku industri ternama di Indonesia.

Pihak-pihak yang terlibat dalam inisiatif edukasi keuangan ini antara lain:

  • Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
  • Berbagai pelaku industri fintech seperti UATAS dan PinjamDuit.

Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif bagi mahasiswa mengenai ekosistem keuangan digital yang aman.

Membangun Kemandirian Ekonomi Mahasiswa

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola keuangan pribadi secara efektif.

Mahasiswa juga diajak untuk lebih jeli dalam membedakan layanan pinjaman daring yang legal dan berizin dari pihak berwenang.

Hal ini sangat penting untuk memastikan mereka menggunakan pembiayaan digital secara bertanggung jawab dan sesuai kebutuhan.

Mahasiswa dianggap sebagai kelompok strategis karena saat ini mereka berada dalam masa transisi menuju kemandirian ekonomi.

Melalui literasi yang kuat, diharapkan mereka dapat terhindar dari risiko penggunaan layanan keuangan yang merugikan di masa depan.

Ringkasan informasi kegiatan edukasi keuangan BantuSaku:

Detail Kegiatan Informasi Terkait
Nama Acara Money Moves: Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital
Lokasi FEB Universitas Hasanuddin, Makassar
Target Peserta Mahasiswa dan Generasi Muda
Fokus Materi Pengelolaan keuangan, legalitas fintech, dan tanggung jawab finansial

Tabel di atas merangkum poin-poin utama dari pelaksanaan kegiatan edukasi yang dilaksanakan untuk melindungi mahasiswa dari jeratan pinjaman ilegal.

Artikel terkait

Rekomendasi