Calon Bos BEI Iding Pardi Usung Tata Kelola Terbaru, Optimistis Perkuat Pasar Modal 2026

Calon Bos BEI Iding Pardi Usung Tata Kelola Terbaru, Optimistis Perkuat Pasar Modal 2026
Foto: Calon Bos BEI Iding Pardi Usung Tata Kelola Terbaru, Optimistis Perkuat Pasar Modal 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Iding Pardi, calon kuat Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyatakan optimisme tinggi usai menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Agenda penting ini telah dilaluinya pada Selasa pekan lalu dengan hasil yang dinilai positif.

Saat ini, Iding masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Ia merasa yakin bahwa visi dan misi yang dibawanya dapat memberikan kontribusi besar bagi masa depan pasar modal Indonesia.

Fokus Utama pada Tata Kelola Pasar Modal

Iding menegaskan bahwa agenda utamanya jika terpilih nanti adalah memperkuat tata kelola atau governance di lingkungan bursa maupun pasar secara luas. Menurutnya, hal ini merupakan fondasi krusial agar industri pasar modal bisa tumbuh lebih sehat.

Pernyataan tersebut ia sampaikan secara langsung saat berada di Gedung BEI pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia percaya bahwa sistem yang transparan dan adil akan menjadi daya tarik utama bagi para pelaku pasar.

Dalam sesi uji kelayakan, Iding juga memaparkan rencana kerja strategis serta langkah-langkah dalam menghadapi gejolak pasar yang terjadi sepanjang tahun ini. Ia menilai aspek kehati-hatian atau prudent harus menjadi prioritas dalam pengelolaan institusi bursa.

Iding berpendapat bahwa meskipun fluktuasi IHSG dipengaruhi banyak faktor eksternal, bursa harus tetap konsisten menjalankan fungsinya. Fokus utama institusi adalah menciptakan pasar yang wajar, teratur, aman, dan efisien bagi semua pihak.

Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Kualitas IPO

Rencana strategis Iding untuk memperkuat ekosistem bursa mencakup beberapa poin krusial berikut:

  • Penguatan Transparansi Institusi: Menjadikan BEI sebagai lembaga yang lebih terbuka dan akuntabel dalam setiap kebijakannya.
  • Peningkatan Kualitas IPO: Mendorong perusahaan yang melantai di bursa memiliki fundamental yang kuat agar tidak merugikan investor di masa depan.
  • Edukasi Investor Rasional: Membentuk karakteristik investor domestik agar bertransaksi secara lebih sehat dan berdasarkan analisis yang matang.
  • Menarik Kepercayaan Asing: Membangun citra pasar modal Indonesia yang kredibel untuk menarik aliran modal dari investor internasional.

Iding menekankan bahwa pertumbuhan ukuran pasar semata tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan kualitas yang mumpuni. Hal ini bertujuan agar para investor merasa aman dan terus aktif bertransaksi tanpa rasa khawatir akan kegagalan sistemik.

Peta Persaingan Perebutan Kursi Nomor Satu BEI

Saat ini, persaingan calon direksi BEI periode 2026-2030 menyisitkan dua nama kuat setelah beberapa kandidat lain berpindah tugas. Dua pesaing sebelumnya, Oki Ramadhana dan Laksono Widodo, telah resmi ditunjuk sebagai pimpinan di Indonesia Investment Authority (INA).

Berikut adalah rincian mengenai posisi terbaru para mantan kandidat dan jadwal pengumuman hasil seleksi BEI:

Nama Tokoh Jabatan Baru / Status Institusi
Oki Ramadhana CEO & Ketua Dewan Direktur INA (2026-2031)
Laksono Widodo CIO & Anggota Dewan Direktur INA (2026-2031)
Iding Pardi Kandidat Dirut BEI BEI (Proses Seleksi)
Jeffrey Hendrik Pjs. Dirut BEI & Kandidat BEI (Proses Seleksi)

Tabel di atas menunjukkan pergeseran peta kepemimpinan di sektor finansial Indonesia, di mana Oki dan Laksono kini mengemban tanggung jawab baru di lembaga pengelola investasi negara. Hal ini membuat Iding Pardi kini bersaing ketat dengan Jeffrey Hendrik yang tengah menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin otoritas bursa selama empat tahun ke depan kini berada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan jadwal yang ada, hasil final pemilihan ini akan diumumkan paling lambat pada 22 Juni 2026 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi