IHSG Hari Ini Berbalik Melemah Nyaris 2% Usai Sempat Menghijau, Mengejutkan!

IHSG Hari Ini Berbalik Melemah Nyaris 2% Usai Sempat Menghijau, Mengejutkan!
Foto: IHSG Hari Ini Berbalik Melemah Nyaris 2% Usai Sempat Menghijau, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan hari Rabu (20/5/2026). Setelah sempat bergerak menguat, indeks domestik justru terjun bebas dan melemah hampir 2 persen.

IHSG tercatat merosot sebesar 1,92 persen ke posisi 6.249,26. Kondisi pasar yang tidak menentu ini terlihat dari pergerakan indeks yang sangat fluktuatif layaknya wahana roller coaster.

Statistik Pergerakan Pasar

Tekanan jual yang masif membuat mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terjerembap ke zona merah. Dari total emiten yang diperdagangkan, sebanyak 532 saham mengalami pelemahan harga.

Sementara itu, hanya ada 167 saham yang mampu bertahan menguat dan 260 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi. Aktivitas transaksi di pasar modal tergolong sangat aktif pada perdagangan kali ini.

Berikut adalah rincian data transaksi perdagangan yang terjadi di bursa :

  • Volume perdagangan saham menyentuh angka 18,54 miliar lembar.
  • Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp10,26 triliun.
  • Frekuensi perdagangan tercatat dilakukan sebanyak 1,25 juta kali.

Data di atas menunjukkan tingginya likuiditas dan antusiasme pelaku pasar meskipun indeks sedang berada di bawah tekanan yang cukup besar.

Fluktuasi Sejak Pembukaan Sesi

Pergerakan IHSG hari ini cukup mengejutkan karena sempat mengalami penguatan tipis. Menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR, indeks sempat melesat 1 persen ke level 6.430,97.

Pada momen penguatan tersebut, tercatat ada 382 saham yang naik dengan nilai transaksi mencapai Rp4,83 triliun. Namun, sentimen positif ini ternyata tidak bertahan lama hingga penutupan sesi.

Jika menilik sejak awal pembukaan pagi, IHSG sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Indeks dibuka terkoreksi 0,29 persen ke level 6.352,20 dengan kapitalisasi pasar yang menyusut menjadi Rp11.079 triliun.

Beberapa saat setelah perdagangan dimulai, koreksi semakin dalam hingga melampaui 1,35 persen. Deretan saham perbankan dan tambang menjadi pusat perhatian investor dalam transaksi kali ini.

Beberapa emiten dengan volume transaksi paling besar pagi ini meliputi :

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Astra International Tbk (ASII/ASPR)
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

Daftar saham di atas menjadi motor utama pergerakan transaksi harian di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak.

Menanti Keputusan Bank Indonesia

Para pelaku pasar saat ini sedang dalam posisi waspada menunggu arah kebijakan moneter terbaru. Fokus utama investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan hari ini.

Keputusan mengenai suku bunga acuan diprediksi akan menjadi sentimen penggerak utama pasar. Langkah ini sangat krusial mengingat kondisi nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik yang masih berada di bawah tekanan berat.

Kondisi Pasar Level Indeks Persentase
Pembukaan Pagi 6.352,20 -0,29%
Sempat Menguat 6.430,97 +1,00%
Posisi Terakhir 6.249,26 -1,92%

Tabel ringkasan pergerakan di atas memperlihatkan bagaimana IHSG sempat mencoba bangkit sebelum akhirnya kembali terpuruk lebih dalam.

Artikel terkait

Rekomendasi