PT Brantas Abipraya (Persero) tengah mengebut pembangunan Sistem Tata Air Pompa Daan Mogot di Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda kawasan padat tersebut.
Proyek yang dikelola untuk Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta ini memiliki cakupan yang cukup luas. Selain membangun rumah pompa, pihak pengembang juga membenahi saluran air sepanjang 2 kilometer di sepanjang koridor Jalan Daan Mogot.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa pembangunan mencakup beberapa titik krusial. Fasilitas rumah pompa akan ditempatkan di titik Depag, KM 13, KM 13A, dan KM 13B, lengkap dengan saluran pendukung lainnya.
Rincian utama proyek pengendalian banjir Daan Mogot mencakup poin-poin berikut:
- Pembangunan rumah pompa dengan berbagai kapasitas di empat lokasi strategis.
- Konstruksi saluran gendong di sisi utara dan selatan jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer.
- Pembuatan saluran crossing yang membelah Jalan Raya Daan Mogot untuk utilitas.
- Pemasangan sistem kendali air otomatis guna mengantisipasi curah hujan tinggi.
Pekerjaan infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat sistem drainase di Jakarta Barat secara signifikan. Dengan adanya saluran baru dan mesin pompa, genangan air di jalan utama diprediksi akan lebih cepat surut.
Progres Pengerjaan dan Dampak Lalu Lintas
Hingga memasuki pekan ke-20, Dian menyebutkan bahwa progres konstruksi di lapangan terus menunjukkan tren yang positif. Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas bangunan agar fungsi pengendalian banjir dapat bekerja maksimal nantinya.
Meski pengerjaan berjalan lancar, aktivitas konstruksi di lokasi strategis memicu penyempitan badan jalan untuk sementara waktu. Kondisi ini berpotensi menghambat arus kendaraan yang melintas di sekitar koridor Daan Mogot.
Sebagai upaya menjaga kelancaran dan keselamatan di area proyek, berikut adalah langkah mitigasi yang dilakukan:
- Pemasangan rambu lalu lintas sementara di titik-titik pekerjaan yang aktif.
- Penempatan pembatas jalan atau traffic barrier untuk memisahkan area kerja.
- Pengerahan petugas lapangan untuk mengatur arus kendaraan secara manual.
- Pengaturan area kerja secara bertahap agar tidak menutup seluruh akses publik.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga kenyamanan masyarakat pengguna jalan selama masa pembangunan. Perusahaan menekankan bahwa aspek keselamatan kerja dan keamanan lingkungan menjadi prioritas utama selama proses berlangsung.
Dian Sovana menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas gangguan perjalanan yang dialami warga sekitar. Ia menegaskan bahwa ketidaknyamanan ini merupakan bagian dari proses panjang demi solusi banjir yang lebih permanen.
Masyarakat yang melintasi kawasan Daan Mogot diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas. Dukungan serta pemahaman dari warga dinilai sangat krusial agar pembangunan infrastruktur ini selesai tepat waktu.