Bahlil Pastikan Harga BBM Tidak Naik, Begini Penjelasan Lengkapnya

Bahlil Pastikan Harga BBM Tidak Naik, Begini Penjelasan Lengkapnya
Foto: Bahlil Pastikan Harga BBM Tidak Naik, Begini Penjelasan Lengkapnya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah membawa kabar melegakan bagi masyarakat terkait stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan bahwa harga BBM tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Kepastian ini didasarkan pada perhitungan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih terkendali. Bahlil menjelaskan bahwa secara akumulatif, rata-rata harga minyak mentah sepanjang kuartal pertama tahun 2026 masih berada di bawah angka USD 100 per barel.

Kondisi Harga Minyak Mentah Global

Meskipun kondisi pasar minyak dunia terus mengalami fluktuasi yang cukup dinamis, pemerintah terus melakukan pemantauan ketat. Bahlil menyebutkan bahwa harga minyak dunia sempat menyentuh angka USD 117 per barel sebelum kembali turun ke level USD 90 hingga USD 100 per barel.

Saat ditemui di kantor Kementerian ESDM Jakarta pada Selasa (19/5/2026), Bahlil mengungkapkan bahwa rata-rata ICP Indonesia saat ini bertahan di kisaran USD 80 per barel. Angka ini dinilai masih aman untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen tanpa membebani kas negara secara berlebihan.

Berikut adalah ringkasan data mengenai pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) belakangan ini:

  • Bulan Maret 2026 tercatat sebesar USD 102,26 per barel.
  • Bulan April 2026 mengalami kenaikan hingga mencapai USD 117,31 per barel.
  • Rata-rata akumulatif kuartal I-2026 diproyeksikan masih berada di level USD 80 per barel.
  • Target batas aman yang ditetapkan pemerintah adalah di bawah USD 100 per barel.

Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada periode April dibandingkan Maret. Namun, perhitungan secara keseluruhan tahun berjalan masih memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan harga jual saat ini.

Arahan Presiden dan Target Hingga Akhir Tahun

Kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran menterinya. Presiden menekankan pentingnya menjaga harga rata-rata ICP agar tidak melampaui batas psikologis USD 100 per barel demi menjaga daya beli masyarakat.

Bahlil menegaskan bahwa kondisi harga saat ini masih selaras dengan mandat yang diberikan oleh kepala negara. Dengan tren yang ada, ia optimis pemerintah tidak perlu melakukan penyesuaian harga subsidi hingga penghujung tahun 2026.

Simak perbandingan kondisi energi nasional melalui tabel berikut:

Kategori Informasi Kondisi Saat Ini
Status Harga BBM Tetap (Tidak Ada Kenaikan)
Rata-rata ICP Kuartal I Sekitar USD 80 per Barel
Target Batas Maksimal USD 100 per Barel
Proyeksi Hingga Akhir 2026 Stabil / Tidak Naik

Tabel di atas merangkum komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor energi di tengah ketidakpastian global. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian ekonomi bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum.

Menteri ESDM juga menambahkan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan pasokan tetap terjaga dan subsidi tepat sasaran. Ia berharap stabilitas harga minyak mentah dunia dapat terus terjaga agar beban APBN untuk subsidi energi tidak membengkak di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi