Bek Timnas Iran, Ehsan Hajsafi, melontarkan kritik keras kepada FIFA terkait kendala visa Amerika Serikat yang dialami rombongannya menjelang Piala Dunia 2026. Persoalan ini muncul hanya beberapa hari sebelum turnamen akbar tersebut resmi bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Kamis (11/6).
Skuad berjuluk Team Melli tersebut dijadwalkan melakoni laga perdana mereka melawan Selandia Baru pada Selasa (16/6). Meski kompetisi sudah di depan mata, sejumlah anggota kontingen Iran dilaporkan masih belum mengantongi izin masuk ke wilayah AS.
Dampak Konflik Politik Terhadap Persiapan Tim
Masalah administratif ini merupakan buntut dari ketegangan politik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Kondisi tersebut memaksa Timnas Iran memindahkan lokasi pemusatan latihan mereka dari Tucson, Arizona, ke wilayah Tijuana di Meksiko.
Pemilihan Tijuana sebagai lokasi alternatif dilakukan karena letaknya yang berada tepat di perbatasan dengan California. Meski sempat terkendala, Ehsan Hajsafi menyatakan rasa syukurnya karena tim akhirnya bisa berkumpul meski dengan keterbatasan.
Beberapa poin keberatan yang disampaikan Ehsan Hajsafi antara lain:
- Keluhan terhadap FIFA yang dinilai lambat dalam menangani proses pengeluaran visa bagi kontingen Iran.
- Visa yang keluar saat ini baru diperuntukkan bagi para pemain dan sebagian kecil staf kepelatihan saja.
- Ketidakpastian izin masuk bagi jajaran ofisial penting yang memiliki peran krusial dalam operasional tim selama turnamen.
- Dampak psikologis dan teknis terhadap persiapan tim akibat ketidakhadiran elemen pendukung di luar lapangan.
Hajsafi menekankan bahwa keterlambatan ini sangat mengganggu manajemen tim di tengah upaya mereka memberikan performa terbaik. Ia berharap otoritas sepak bola dunia segera mengambil langkah nyata untuk mempermudah sisa anggota rombongan yang tertahan.
Tokoh Kunci Iran yang Masih Tertahan
Hingga saat ini, beberapa pejabat tinggi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dilaporkan belum memiliki visa AS. Nama-nama seperti Sekretaris Jenderal FFIRI, Hedayat Mombeini, dan Wakil Presiden FFIRI, Mehdi Mohammad Nabi, masuk dalam daftar tersebut.
Ketidakhadiran sosok manajer tim, direktur eksekutif, hingga direktur media juga menjadi sorotan utama. Menurut Hajsafi, peran mereka sangat vital guna memastikan segala kebutuhan pemain di dalam dan luar stadion terpenuhi dengan baik.
Berikut adalah ringkasan situasi personel Timnas Iran terkait masalah visa:
| Kategori Personel | Status Visa Amerika Serikat |
|---|---|
| Pemain Timnas Iran | Sudah Dikeluarkan |
| Staf Kepelatihan Utama | Sebagian Besar Sudah Keluar |
| Petinggi Federasi (FFIRI) | Masih Menunggu / Belum Diberikan |
| Manajemen dan Direktur Media | Belum Diberikan |
Tabel di atas menunjukkan adanya perbedaan perlakuan administratif yang cukup mencolok bagi anggota rombongan Iran. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa aspek non-teknis dapat menghambat kelancaran tim selama berkompetisi di Amerika Serikat.
Ketidakpastian Status Pelatih Kepala
Di sisi lain, nasib pelatih kepala Amir Ghalenoei masih menjadi tanda tanya besar karena informasinya yang belum jelas. Meski santer dikabarkan belum mendapatkan visa, pelatih berusia 62 tahun itu sempat terlihat berada di dalam bus tim menuju Meksiko.
Hajsafi sendiri tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi spesifik sang pelatih saat memberikan pernyataan. Ia hanya menutup pembicaraan dengan harapan agar masalah ini segera rampung dalam hitungan hari demi menjaga fokus pemain di lapangan.