Kisah seorang dokter bedah di Shanghai, China, sedang menjadi perbincangan hangat karena kondisi fisiknya yang tidak biasa. Xiang Ruilong, seorang spesialis bedah dada di Rumah Sakit Yueyang, memiliki berat badan yang kini menyentuh angka 150 kilogram.
Dengan tinggi badan 1,84 meter, Xiang mengakui bahwa bobot tubuhnya yang sangat besar tersebut mulai mengganggu aktivitas medisnya sehari-hari. Padahal, sepuluh tahun lalu saat memulai karier sebagai dokter residen, berat badannya masih berada di angka 110 kilogram.
Dampak Beban Kerja Terhadap Kesehatan
Xiang mengungkapkan bahwa lonjakan berat badan yang ia alami dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh tekanan pekerjaan yang sangat berat. Ia sering merasa kesulitan saat harus berada di ruang operasi karena ukuran tubuhnya yang memakan banyak tempat.
Kondisi ini juga memberikan dampak fisik yang nyata, di mana pinggangnya akan terasa sangat sakit jika harus berdiri berjam-jam saat membedah pasien. Ia sudah mencoba berbagai metode diet, namun berat badannya selalu kembali naik dengan cepat atau mengalami efek yoyo.
Kondisi yang dialami Xiang ini sering kali menciptakan situasi yang cukup canggung saat ia memberikan konsultasi kesehatan kepada para pasiennya. Ia merasa ironis ketika harus memberikan saran medis terkait gaya hidup sehat kepada orang lain.
Beberapa kendala yang dialami Xiang dalam menjaga berat badan di tengah kesibukan medisnya:
- Ketidakmampuan menjalankan program penurunan berat badan dalam jangka panjang karena jadwal yang tidak menentu.
- Munculnya rasa nyeri fisik yang menghambat mobilitas saat melakukan tindakan operasi yang memakan waktu lama.
- Kesulitan mengatur pola makan yang sehat akibat beban kerja dan kelelahan yang luar biasa setiap harinya.
- Respons skeptis dari pasien saat ia memberikan instruksi untuk mengontrol pola makan.
Xiang menggambarkan fenomena yang dialaminya sebagai obesitas akibat stres, di mana tuntutan profesi membuatnya mengabaikan kondisi kesehatan pribadi. Situasi ini menunjukkan sisi lain dari kehidupan tenaga medis yang sering kali mengabaikan diri sendiri demi melayani pasien.
Pola Makan yang Tidak Teratur
Sebagai dokter yang menangani beberapa operasi setiap hari, Xiang sering kali hanya mengonsumsi makanan apa pun yang tersedia dengan cepat. Faktor kelelahan yang ekstrem membuatnya sulit untuk konsisten menjalankan rencana diet yang terukur.
Ia mengakui bahwa setiap kali tubuhnya merasa sangat lelah akibat kesibukan di rumah sakit, berat badannya cenderung akan merangkak naik. Berikut adalah ringkasan perjalanan perubahan kondisi fisik Xiang Ruilong selama satu dekade terakhir.
Data perubahan kondisi fisik Dokter Xiang Ruilong:
| Kategori Perubahan | Kondisi 10 Tahun Lalu | Kondisi Saat Ini |
|---|---|---|
| Berat Badan | 110 Kilogram | 150 Kilogram |
| Status Karier | Dokter Residen | Dokter Bedah Senior |
| Tinggi Badan | 184 Centimeter | 184 Centimeter |
| Kendala Utama | Adaptasi Kerja | Obesitas akibat Stres |
Data di atas memperlihatkan peningkatan berat badan yang signifikan seiring dengan bertambahnya tanggung jawab profesional di rumah sakit. Meskipun menyadari risiko kesehatannya, Xiang masih berjuang untuk menyeimbangkan antara tuntutan profesi dan pola hidup sehat.