Valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini tercatat berada pada level yang menarik dengan rasio harga terhadap laba atau Price to Earning Ratio (PER) di angka 16 kali. Posisi ini dianggap lebih terjangkau dibandingkan dengan rata-rata bursa saham di kawasan regional lainnya.
Kondisi pasar modal Indonesia tersebut dinilai menjadi kesempatan emas bagi para pemodal untuk mulai mengoleksi saham. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.
Momentum Strategis bagi Investor
Hasan Fawzi menjelaskan bahwa rata-rata harga saham di tanah air saat ini sedang dalam fase yang lebih murah. Fenomena ini muncul sebagai imbas dari koreksi IHSG setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada awal tahun 2026.
Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, valuasi saham di Indonesia menunjukkan angka yang cukup kompetitif bagi para pelaku pasar. Hasan menyebutkan bahwa PER pasar kita saat ini sudah berada di bawah rata-rata bursa saham regional.
Pesan penting bagi para pelaku pasar dalam menghadapi kondisi terkini :
- Manfaatkan momentum pelemahan harga untuk masuk ke pasar modal.
- Pilih saham-saham unggulan dengan analisis yang selektif.
- Perhatikan potensi pertumbuhan jangka panjang dari emiten yang dipilih.
Hasan berharap para investor bisa jeli melihat peluang ini untuk melakukan pembelian pada saham-saham terbaik saat harganya sedang terkoreksi. Strategi ini dianggap sangat tepat di tengah dinamika pasar global maupun domestik yang sedang berlangsung.
Analisis Pergerakan Pasar dan Kinerja Indeks
Pada sesi perdagangan Rabu (13/5), IHSG sempat mengalami tekanan cukup tajam saat bel pembukaan pagi dimulai. Sekitar pukul 09.00 WIB, indeks tercatat merosot hingga 1,33% atau kehilangan 91,03 poin ke level 6.767,87.
Data perdagangan menunjukkan volume transaksi menyentuh angka 520 juta saham dengan nilai perputaran uang mencapai Rp 290,312 miliar. Meski terlihat mengalami penurunan signifikan, pihak OJK memandang pergerakan ini masih dalam koridor yang normal.
Berikut adalah ringkasan data perdagangan IHSG pada sesi pembukaan pagi tersebut:
| Indikator Pasar | Nilai / Capaian |
|---|---|
| Penurunan Persentase | 1,33% |
| Level IHSG | 6.767,87 |
| Volume Transaksi | 520 Juta Saham |
| Nilai Transaksi | Rp 290,312 Miliar |
Tabel di atas memperlihatkan intensitas perdagangan yang terjadi di tengah tekanan jual pada pembukaan bursa. Angka-angka tersebut mencerminkan aktivitas pasar yang tetap bergairah meskipun indeks sedang mengalami fluktuasi.
Kondisi Pasar Pasca Review MSCI
Menanggapi hasil tinjauan atau review dari indeks MSCI yang baru saja diumumkan, Hasan Fawzi menegaskan bahwa situasi pasar masih terkendali. Menurut pantauannya, fluktuasi harga saham yang terjadi merupakan reaksi pasar yang wajar dan tidak berlebihan.
Bahkan, saham-saham yang terdampak langsung oleh perubahan indeks tersebut tidak ada yang sampai menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB). Hal ini membuktikan bahwa tidak terjadi kepanikan massal di kalangan pemodal domestik maupun asing.
Hasan juga menambahkan bahwa OJK terus memantau dinamika geopolitik global dan regional yang ikut memengaruhi sentimen pasar. Namun secara keseluruhan, indikator perdagangan seperti frekuensi dan volume transaksi masih menunjukkan pola yang stabil.
Tidak ditemukannya tanda-tanda panic selling menjadi sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat. Aksi jual yang dilakukan oleh sebagian pihak terbukti masih mampu diserap oleh kekuatan beli yang ada di pasar.