Negara bagian California, Amerika Serikat, tengah merencanakan aturan baru yang menyasar kekayaan para miliarder melalui skema pajak khusus. Salah satu sosok yang akan terdampak secara signifikan adalah Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO raksasa teknologi Nvidia.
Menariknya, taipan kelas dunia ini memberikan respons yang tidak terduga terkait potensi kewajiban pajak yang sangat besar tersebut. Meskipun harus merogoh kocek hingga miliaran dolar, Huang mengaku tidak merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.
Sikap Santai Jensen Huang Hadapi Pajak Triliunan
Berdasarkan data terbaru dari Forbes, kekayaan Jensen Huang saat ini diperkirakan mencapai US$191,5 miliar atau sekitar Rp3.370,96 triliun. Angka fantastis ini menempatkan bos Nvidia tersebut sebagai orang terkaya ketujuh di dunia.
Jika aturan pajak kekayaan sebesar 5 persen resmi diberlakukan di California, Huang berpotensi harus membayar pajak hingga US$7,75 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp129 triliun jika dihitung berdasarkan kurs saat ini.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV, Huang menyatakan bahwa ia bahkan tidak pernah memikirkan besaran pajak tersebut sebelumnya. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku di tempat tinggalnya.
Huang mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menetap di Silicon Valley sudah bulat sejak awal. Baginya, berapa pun besaran pajak yang ditetapkan oleh pemerintah setempat tidak menjadi masalah yang berarti.
Detail Usulan Pajak Kekayaan di California
Usulan kebijakan pajak ini pertama kali diajukan pada November 2025 oleh serikat pekerja sektor kesehatan. Langkah ini mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah politisi progresif seperti Senator Bernie Sanders dan Rep Ro Khanna.
Target utama dari kebijakan ini adalah sekitar 200 orang paling kaya yang berdomisili di California. Pemerintah memproyeksikan potensi penerimaan negara dari skema ini bisa mencapai US$100 miliar.
Rencana penggunaan dana hasil pajak kekayaan tersebut akan difokuskan pada beberapa sektor utama:
- Menutup defisit anggaran kesehatan negara bagian yang terus membengkak.
- Membiayai program pendidikan publik agar lebih terjangkau dan berkualitas.
- Menyediakan dana tambahan untuk program bantuan pangan bagi masyarakat.
Dana ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas layanan publik setelah adanya pemangkasan belanja federal. Dengan demikian, beban anggaran daerah diharapkan dapat teratasi melalui kontribusi para miliarder ini.
Agar kebijakan ini dapat diputuskan melalui pemungutan suara pada November 2026, inisiatif ini memerlukan minimal 870.000 tanda tangan. Jika disetujui, aturan ini akan berlaku bagi aset yang dimiliki miliarder meskipun mereka pindah ke luar California.
Dampak Terhadap Aset dan Bisnis Miliarder
Kebijakan ini dirancang secara komprehensif untuk menyasar berbagai jenis kekayaan bernilai ekonomis tinggi. Namun, terdapat beberapa ketentuan khusus mengenai jenis aset yang dikenakan pajak dan mekanisme pembayarannya.
Berikut adalah ringkasan mengenai cakupan aset dan ketentuan pembayaran dalam proposal pajak tersebut:
| Kategori | Ketentuan Pajak |
|---|---|
| Jenis Aset Terkena Pajak | Saham perusahaan, kepemilikan bisnis, dan aset bernilai lainnya. |
| Aset yang Dikecualikan | Properti (karena sudah menjadi objek pajak properti tahunan). |
| Metode Pembayaran | Dapat dicicil dengan jangka waktu hingga lima tahun. |
| Ketentuan Domisili | Tetap berlaku meski wajib pajak pindah setelah awal tahun 2026. |
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pemerintah California berupaya memastikan kepatuhan pajak tetap terjaga tanpa memberikan ruang untuk penghindaran melalui perpindahan domisili secara mendadak. Hal ini menjadi perdebatan hangat di kalangan pengusaha teknologi.
Kontroversi dan Kekhawatiran Para Pelaku Bisnis
Sikap santai Jensen Huang sangat berbanding terbalik dengan reaksi keras dari para petinggi teknologi lainnya di Silicon Valley. Banyak pengusaha khawatir kebijakan ini akan mengganggu stabilitas struktur kepemilikan perusahaan mereka.
Salah satu kritik datang dari Palmer Luckey, pendiri Anduril, yang menyebut bahwa pajak ini memaksa pendiri perusahaan menjual saham secara besar-besaran. Menurutnya, hal ini dilakukan hanya demi mendapatkan uang tunai untuk membayar kewajiban pajak.
Senada dengan Luckey, Vinod Khosla dari Sun Microsystems memperingatkan bahwa langkah ini justru akan mendorong migrasi massal orang kaya keluar dari California. Ia menilai beban finansial tersebut terlalu berat bagi para inovator.
Laporan media juga menyebutkan nama-nama besar seperti Larry Page dari Google dan Peter Thiel sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait rencana kepindahan mereka.
Sebagai informasi tambahan, sebagian besar kekayaan Jensen Huang berasal dari kepemilikan saham sebesar 3 persen di Nvidia. Valuasi pasar Nvidia sendiri kini telah melampaui US$4,6 triliun berkat tingginya permintaan chip kecerdasan buatan (AI) secara global.