Kondisi cuaca di Kota Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (13/5/2026) diprediksi akan sangat menyengat dengan suhu udara yang menembus angka 43 derajat Celcius. Situasi ini menuntut para jemaah haji untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem di Tanah Suci.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Early Warning System (EWS) milik Kementerian Haji dan Umrah, prakiraan cuaca ini mengacu pada laporan terkini dari AccuWeather. Pada pagi hari waktu setempat, suhu udara di Makkah tercatat berada di level 30 derajat Celcius namun terus merangkak naik secara signifikan.
Detail Perubahan Suhu Sepanjang Hari
Lonjakan suhu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada siang hari dengan suhu udara maksimal menyentuh 43 derajat Celcius. Memasuki sore hari, hawa panas mulai sedikit mereda ke angka 38 derajat Celcius sebelum akhirnya bertahan di kisaran 34 derajat Celcius pada malam hari.
Selain suhu yang tinggi, tingkat kelembapan udara rata-rata di Makkah terpantau cukup rendah, yakni berada di angka sekitar 21 persen RH. Kondisi udara yang sangat kering ini menjadi faktor risiko tambahan yang dapat memicu dehidrasi bagi jemaah yang beraktivitas di luar ruangan.
Kecepatan angin di wilayah tersebut juga dilaporkan relatif tenang dengan rata-rata hanya mencapai 11 kilometer per jam. Angin sepoi-sepoi ini dinilai kurang mampu memberikan efek pendinginan yang cukup untuk meredam panas yang terasa di permukaan bumi.
Sementara itu, National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi merilis data yang sedikit berbeda namun tetap menunjukkan suhu tinggi di kisaran 42 derajat Celcius. Adapun suhu terendah yang mungkin terjadi sepanjang hari ini diprediksi tidak akan turun melampaui angka 27 derajat Celcius.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai prakiraan cuaca di Makkah pada hari Rabu ini:
- Pagi Hari: Suhu udara berada di kisaran 30 derajat Celcius.
- Siang Hari: Suhu udara melonjak hingga mencapai puncak 43 derajat Celcius.
- Sore Hari: Suhu udara mulai menurun secara perlahan ke angka 38 derajat Celcius.
- Malam Hari: Kondisi udara bertahan di sekitar suhu 34 derajat Celcius.
- Kelembapan Udara: Rata-rata kelembapan sangat kering di level 21 persen.
- Kecepatan Angin: Bertiup ringan dengan kecepatan rata-rata 11 kilometer per jam.
Data tersebut menggambarkan kondisi iklim yang menantang bagi fisik para jemaah, terutama saat melakukan aktivitas ibadah di Masjidilharam maupun lokasi terbuka lainnya. Perubahan suhu yang ekstrem ini memerlukan langkah antisipasi yang terencana agar kondisi tubuh tetap prima.
Proyeksi Cuaca Esok Hari dan Tren Musim Panas
Melihat perkembangan ke depan, suhu pada hari Kamis (14/5/2026) diperkirakan tidak akan mengalami banyak perubahan dengan kisaran antara 32 hingga 43 derajat Celcius. Tren kenaikan suhu ini menandakan bahwa Arab Saudi sedang bergerak menuju puncak musim panas yang sesungguhnya.
Kondisi panas yang bersifat kering ini diprediksi akan terus bertahan dalam beberapa hari mendatang di wilayah Makkah dan sekitarnya. Potensi suhu maksimum yang mendekati angka 43 derajat Celcius pada siang hari diperkirakan akan tetap menjadi pola cuaca harian yang dominan.
Imbauan Penting bagi Jemaah Haji Indonesia
Menanggapi situasi ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara tegas mengimbau jemaah haji asal Indonesia untuk memperketat kewaspadaan diri. Suhu udara yang berada pada rentang 40 hingga 45 derajat Celcius secara resmi telah masuk ke dalam kategori Siaga 2.
Pihak otoritas memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) serta mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid. Golongan ini sangat disarankan untuk melaksanakan ibadah rutin, seperti salat fardu, di dalam hotel guna menghindari risiko paparan panas yang berlebihan.
Selain menjaga pola aktivitas, jemaah juga diingatkan untuk rutin menggunakan produk pelembap kulit dan wajah guna menjaga elastisitas kulit dari kekeringan. Langkah sederhana ini dianggap vital dalam mencegah gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi hingga kelelahan ekstrem akibat panas (heat exhaustion).
Beberapa langkah proteksi diri yang sangat dianjurkan bagi seluruh jemaah haji di antaranya:
- Bagi jemaah lansia dan penderita komorbid, disarankan menunaikan salat Dzuhur dan Ashar di akomodasi hotel masing-masing.
- Gunakan pelembap wajah dan kulit secara berkala untuk menghindari kulit pecah-pecah atau terbakar matahari.
- Selalu siapkan perlengkapan perlindungan diri seperti payung, masker, kacamata hitam, serta alas kaki yang nyaman saat keluar ruangan.
- Manfaatkan semprotan air untuk mendinginkan suhu kulit wajah dan bagian tubuh lainnya saat terpapar sinar matahari.
- Pastikan asupan cairan terpenuhi dengan meminum air putih atau air zamzam sebanyak 200 mililiter setiap jam tanpa menunggu rasa haus datang.
- Sangat disarankan untuk mencampur air minum dengan oralit guna menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.
Hingga saat ini, operasional layanan haji telah memasuki fase yang sangat krusial dengan lebih dari 105.000 jemaah Indonesia yang telah tiba di Makkah. Fokus utama petugas kesehatan saat ini adalah memastikan seluruh jemaah mampu beradaptasi dengan lingkungan ekstrem menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kondisi cuaca yang ekstrem ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran ibadah setiap tahunnya di Arab Saudi. Oleh karena itu, disiplin dalam mengikuti instruksi petugas medis dan memahami kondisi cuaca harian menjadi kunci utama bagi jemaah untuk meraih haji yang mabrur dalam keadaan sehat walafiat.
Sebagai informasi tambahan, suhu yang terus menghangat sejak awal pekan ini diperkirakan akan tetap stabil hingga periode Wukuf mendatang. Jemaah diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi Kawal Haji atau kanal resmi lainnya yang telah disediakan oleh pemerintah.