Skor UTBK Rendah Bisa Lolos: Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui!

Skor UTBK Rendah Bisa Lolos: Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui!
Foto: Skor UTBK Rendah Bisa Lolos: Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Peserta UTBK SNBT dengan skor tinggi bisa saja tidak diterima dibandingkan peserta lain yang skornya lebih rendah. Mengapa bisa terjadi demikian? Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan bahwa tidak ada skor rata-rata dalam UTBK SNBT. Setiap peserta dinilai berdasarkan tujuh subtes dengan bobot berbeda sesuai program studi yang dipilih.

Eduart menjelaskan bahwa dalam UTBK, yang menentukan adalah bobot skor per subtes. Ini menjelaskan mengapa ada peserta dengan skor total lebih tinggi tetapi tidak diterima. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen.

Menurutnya, ketika memilih program studi yang mengedepankan penalaran matematik, skor tersebut akan menjadi lebih signifikan dalam menentukan kelulusan dibandingkan subtes lain. Eduart memberi contoh bahwa dirinya bisa saja memiliki skor rata-rata lebih rendah, tapi jika memilih prodi yang memprioritaskan penalaran matematik, bobot skor tersebut akan lebih tinggi.

Sertifikat UTBK Memberikan Rincian Skor Subtes:

  • Pada sertifikat UTBK SNBT 2026, peserta bisa melihat rincian skor dari subtes tes potensi skolastik maupun tes literasi.
  • Misalnya, tes literasi dirinci menjadi skor saintek dan soshum untuk literasi dalam Bahasa Indonesia.

Penjabaran ini menjawab anggapan bahwa peserta berlatar belakang saintek lebih diuntungkan ketika memilih prodi soshum. Eduart menekankan bahwa semua sudah diantisipasi agar proses seleksi tetap adil. Dalam konferensi pers hasil SNBT, ia memastikan bahwa proses seleksi tidak memihak pada satu kelompok tertentu.

Selain itu, terdapat pandangan berbeda mengenai sistem seleksi. Sebagian masyarakat menginginkan SNPMB dibuka hanya dengan dua jalur tanpa seleksi mandiri. Eduart menolak anggapan bahwa peserta dari latar belakang saintek lebih diuntungkan dalam prodi soshum dan menegaskan seleksi dilakukan secara adil.

Proses seleksi ini telah diupayakan agar adil dan tidak memihak sekelompok tertentu. Panitia SNPMB memaparkan kejadian pelanggaran selama ujian yang sangat bervariasi. Untuk tahun ini, 1.751 pelanggaran berhasil dicatat.

```

Artikel terkait

Rekomendasi