Serikat Aktor Hollywood Usulkan Aturan Baru Penggunaan AI demi Lindungi Pekerja

Serikat Aktor Hollywood Usulkan Aturan Baru Penggunaan AI demi Lindungi Pekerja
Foto: Ilustrasi Serikat Aktor Hollywood Usulkan Aturan Baru Penggunaan AI demi Lindungi Pekerja.
Ukuran teks

Para pimpinan serikat aktor Amerika Serikat, SAG-AFTRA, mulai mensosialisasikan usulan regulasi terbaru mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) di industri film. Aturan ini diperkenalkan kepada anggota Hollywood bersamaan dengan rencana penggabungan dua dana pensiun aktor.

Berdasarkan laporan Variety, kesepakatan baru ini memungkinkan studio menggunakan karakter buatan hanya jika memberikan nilai tambah yang signifikan pada proyek film. Selain itu, studio wajib melakukan negosiasi dengan serikat pekerja jika ingin melisensikan penampilan aktor untuk pelatihan AI.

Kontroversi dan Kritik dari Anggota

Meski bertujuan melindungi pekerja, usulan kontrak ini justru menuai pertentangan dari sejumlah anggota SAG-AFTRA yang merasa aturan tersebut masih lemah. Erik Passoja, mantan ketua Komite Teknologi Baru SAG-AFTRA Los Angeles, mempertanyakan pihak yang berhak menentukan definisi nilai tambah tersebut.

Ia mengkhawatirkan pengacara studio akan memegang kendali penuh dalam menafsirkan aturan tersebut demi kepentingan perusahaan. Menurutnya, kesepakatan itu hanya mewajibkan studio memberi pemberitahuan tanpa adanya jaminan kompensasi atau hak persetujuan mutlak bagi sang aktor.

Kekhawatiran ini muncul karena perkembangan teknologi AI yang semakin pesat dan mengancam posisi aktor manusia di masa depan. Beberapa poin utama dalam negosiasi tersebut mencakup beberapa hal berikut ini:

Poin-poin penting dalam usulan kontrak baru SAG-AFTRA:

  • Studio wajib memberikan notifikasi tertulis dan melakukan perundingan sebelum melisensikan aset aktor ke pihak ketiga.
  • Penerapan sanksi moneter bagi studio yang terbukti melanggar ketentuan penggunaan karakter sintetis melalui proses arbitrase.
  • Prioritas penggunaan aktor manusia sebagai prinsip umum yang harus didukung oleh setiap rumah produksi atau studio.
  • Kenaikan tarif minimum sebesar 3 persen per tahun serta peningkatan nilai royalti bagi para pemeran.

Daftar aturan di atas dirancang untuk memastikan bahwa teknologi tidak serta-merta menggeser peran kreatif manusia. Meskipun tidak semua tuntutan awal terpenuhi, serikat pekerja menilai ini adalah langkah proteksi yang cukup kuat.

Upaya Menekan Penggunaan Aktor Sintetis

SAG-AFTRA sebelumnya menargetkan biaya tinggi bagi penggunaan aktor AI agar studio lebih memilih mempekerjakan manusia secara langsung. Duncan Crabtree-Ireland, Direktur Eksekutif SAG-AFTRA, menyatakan bahwa perusahaan film nantinya hanya akan menggunakan AI dalam situasi yang sangat ekstrem.

Sean Astin selaku Presiden SAG-AFTRA menambahkan bahwa studio memiliki standar tinggi yang harus dipenuhi sebelum mendapat izin penggunaan teknologi tersebut. Pihak serikat tetap optimis dengan pendekatan ini meskipun ancaman film dengan karakter sintetis sepenuhnya mulai bermunculan.

Berikut adalah rincian mengenai jadwal dan dukungan terhadap usulan kontrak baru tersebut:

Aspek Informasi Detail Rencana
Tingkat Dukungan Dewan 89 persen setuju untuk ratifikasi
Batas Akhir Voting Anggota 4 Juni 2026
Fokus Utama Kontrak AI, Dana Pensiun, dan Kenaikan Upah

Tabel tersebut merangkum status terkini dari proses pengesahan aturan yang akan menentukan masa depan industri kreatif Hollywood. Para anggota kini memiliki waktu untuk mempertimbangkan poin-poin tersebut sebelum memberikan suara mereka.

Isu mengenai kecerdasan buatan memang menjadi isu sensitif yang sempat memicu aksi mogok kerja besar-besaran pada tahun 2023 lalu. Hingga saat ini, para pemimpin serikat terus mengadakan pertemuan intensif untuk menjelaskan secara rinci setiap pasal dalam kesepakatan tersebut kepada seluruh anggota.

Artikel terkait

Rekomendasi