Sinopsis Crocodile Tears: Kelamnya Hubungan Toksik Antara Ibu dan Anak

Sinopsis Crocodile Tears: Kelamnya Hubungan Toksik Antara Ibu dan Anak
Foto: Ilustrasi Sinopsis Crocodile Tears: Kelamnya Hubungan Toksik Antara Ibu dan Anak.
Ukuran teks

Film drama keluarga terbaru berjudul Crocodile Tears menyajikan eksplorasi mendalam mengenai dinamika hubungan antara seorang ibu tunggal dan anak laki-lakinya. Alur ceritanya terinspirasi dari filosofi unik mengenai perilaku induk buaya serta metafora air mata buaya dalam melindungi keturunannya.

Kisah ini berfokus pada karakter Mama yang diperankan oleh Marissa Anita, seorang ibu tunggal yang memiliki ambisi besar untuk melindungi putranya, Johan. Mama merasa dunia luar sangat berbahaya dan berpotensi menyakiti Johan, sehingga ia membangun proteksi yang sangat ketat bagi sang anak.

Ibu dan anak ini menetap sekaligus mengelola sebuah Taman Buaya, di mana mereka menjalani keseharian yang sangat tenang namun cenderung monoton. Akibat pola asuh tersebut, Johan yang dimainkan oleh Yusuf Mahardika tumbuh dalam isolasi tanpa memiliki teman atau orang terdekat selain ibunya.

Ketegangan mulai muncul saat Johan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis bernama Arumi, warga baru yang diperankan oleh Zulfa Maharani. Perkenalan Johan dengan Arumi dianggap sebagai ancaman besar oleh Mama yang merasa kehadiran orang asing akan merusak hubungan mereka.

Mama sangat mengkhawatirkan pengaruh buruk Arumi terhadap Johan yang dikhawatirkan akan mulai melupakan peran sang ibu dalam hidupnya. Hubungan antara ibu dan anak tersebut semakin merenggang ketika Johan memutuskan untuk menjalin asmara secara resmi dengan Arumi.

Situasi mencapai puncak konflik saat Johan membawa Arumi untuk tinggal bersama di rumah yang mereka huni di kawasan Taman Buaya. Kehadiran Arumi memicu Mama untuk melakukan berbagai upaya manipulatif demi memisahkan pasangan muda tersebut agar Johan tetap berada di bawah kendalinya.

Di sisi lain, Johan berupaya keras untuk mempertahankan hubungannya dengan Arumi meskipun harus menghadapi tekanan hebat dari ibunya sendiri. Perseteruan emosional ini menggambarkan sebuah hubungan toksik yang berusaha dipertahankan di tengah upaya sang anak untuk meraih kemandirian.

Proyek film panjang perdana garapan sutradara dan penulis Tumpal Tampubolon ini melewati masa pengembangan naskah yang sangat personal selama enam tahun. Penulisan skenario telah dimulai sejak Tumpal masih melajang hingga akhirnya ia menikah pada tahun 2022 dan memasuki masa produksi setahun kemudian.

Sebelum menyapa penonton di tanah air, karya ini telah mendapatkan apresiasi tinggi dengan melakukan penayangan perdana di Toronto International Film Festival 2024. Prestasi internasionalnya terbukti dengan partisipasi film ini di total 33 festival film bergengsi di berbagai belahan dunia.

Kategori Informasi Keterangan Detail
Judul Film Crocodile Tears
Sutradara & Penulis Tumpal Tampubolon
Pemeran Utama Marissa Anita, Yusuf Mahardika, Zulfa Maharani
Produser Mandy Marahimin
Tanggal Rilis di Indonesia 7 Mei 2026
Total Festival Internasional 33 Festival Film

Para pencinta sinema Indonesia dapat menyaksikan film yang diproduseri oleh Mandy Marahimin ini mulai tanggal 7 Mei 2026 di seluruh jaringan bioskop. Crocodile Tears diharapkan memberikan perspektif baru bagi penonton mengenai batasan kasih sayang orang tua dan kemerdekaan seorang anak.

Artikel terkait

Rekomendasi