Justin Baldoni dikabarkan merasa sangat lega dan bahagia setelah berhasil menuntaskan perselisihan hukum panjangnya dengan aktris Blake Lively pada Senin (4/5). Aktor tersebut bahkan terlihat berada di Nashville tidak lama setelah pengumuman penyelesaian kasus dirilis, tepat beberapa jam sebelum Lively menghadiri ajang Met Gala 2026.
Bryan Freedman selaku pengacara Baldoni mengungkapkan kepada Extra TV bahwa kliennya merasa sangat gembira dengan hasil akhir dan kesepakatan damai yang telah dicapai tersebut. Menurutnya, kondisi psikis Baldoni kini sudah jauh lebih baik terutama setelah hakim memutuskan untuk menolak 10 dari 13 gugatan yang diajukan Lively, termasuk poin mengenai pelecehan seksual.
Freedman menjelaskan bahwa terdapat dorongan kuat untuk segera menyelesaikan masalah ini secepat mungkin agar semua pihak mendapatkan kepastian hukum. Ia menilai keputusan hakim sebelumnya telah mengubah peta persaingan dan memberikan kepercayaan diri yang besar bagi Justin beserta tim hukumnya dalam menghadapi kasus tersebut.
Bagi Baldoni, penyelesaian damai ini dianggap sebagai akhir yang sangat logis dari rangkaian proses hukum yang melelahkan selama hampir dua tahun terakhir. Ia memiliki visi untuk terus membantu individu lain yang mengalami pengalaman serupa, terutama mereka yang merasa dituduh melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak pernah mereka perbuat.
Meskipun sempat terlibat konflik panas, Baldoni berkomitmen untuk tetap menjadi pembela hak-hak perempuan dan pendukung setia bagi komunitas penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Freedman menyayangkan bahwa isu penting tersebut sempat terabaikan akibat pertarungan hukum yang terjadi, namun kini kliennya siap kembali fokus pada misi sosial tersebut.
Hingga saat ini, pihak Page Six dilaporkan telah mencoba menghubungi perwakilan resmi Blake Lively untuk meminta tanggapan terkait berakhirnya perseteruan ini. Menariknya, perdamaian mendadak ini terjadi tepat sebelum karpet merah Met Gala dimulai, di mana istri dari Ryan Reynolds tersebut menjadi salah satu tamu utama.
Kesepakatan damai ini tercapai hanya berselang dua pekan sebelum jadwal persidangan resmi atas gugatan Lively terhadap Baldoni yang seharusnya digelar pada 18 Mei mendatang. Melalui pernyataan bersama, kedua belah pihak menegaskan bahwa film It Ends With Us tetap menjadi karya yang membanggakan bagi seluruh tim yang terlibat.
Tujuan utama mereka dalam proyek tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran publik serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Mereka berharap penyelesaian ini memungkinkan semua pihak untuk melangkah maju secara konstruktif dan menciptakan lingkungan media sosial yang lebih saling menghormati.
Konflik ini bermula ketika Blake Lively melayangkan gugatan pelecehan seksual terhadap Justin Baldoni pada akhir tahun 2024 yang diduga terjadi selama proses produksi film. Tak hanya menyasar Baldoni, Lively juga mengajukan gugatan perdata di pengadilan federal New York terhadap Wayfarer Studios serta beberapa pihak terkait lainnya.
Lively menuding Baldoni dan timnya telah membentuk semacam pasukan digital guna menggiring narasi negatif yang merugikan reputasinya setelah film tersebut resmi dirilis ke publik. Sebagai respons balik pada Januari 2025, Baldoni mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai ratusan juta dolar terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds.
| Detail Kasus | Informasi Terkait |
|---|---|
| Nilai Gugatan Balik Baldoni | US$400 Juta |
| Jumlah Gugatan Lively yang Ditolak | 10 dari 13 Gugatan |
| Tanggal Penyelesaian Damai | Senin, 4 Mei 2026 |
| Jadwal Sidang yang Dibatalkan | 18 Mei 2026 |
Baldoni sebelumnya menuduh pasangan selebriti tersebut telah membajak proyek filmnya dan melakukan upaya sistematis untuk menghancurkan karier profesionalnya di industri perfilman. Namun, seiring dengan tercapainya kesepakatan damai ini, seluruh gugatan hukum tersebut kini resmi dibatalkan dan dianggap selesai oleh kedua belah pihak.