Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan dari Timnas Oman dalam FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini akan digelar pada Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB. Berdasarkan peringkat FIFA, Oman saat ini berada di posisi ke-79 dunia, sementara Indonesia menduduki peringkat ke-122.
Meskipun selisih peringkat FIFA cukup jauh, banyak yang menilai bahwa perbedaan kualitas kedua tim tidak terlalu besar. Dukungan para suporter Indonesia yang akan memenuhi SUGBK diharapkan bisa memberikan semangat lebih bagi pemain Timnas.
Divaldo Alves, mantan pelatih Persijap Jepara memberikan pandangannya terkait pertemuan ini. Pelatih asal Portugal tersebut memiliki pengalaman melatih di Oman selama periode 2015 hingga 2018 di Muscat Club, sehingga cukup mengenal karakter tim lawan.
Lawan Punya Kecepatan dan Intensitas Tinggi:Divaldo Alves menjelaskan bahwa Oman dikenal memiliki karakter fisik yang kuat. Tim ini memiliki pemain-pemain cepat dan atletis yang mampu bermain dengan intensitas tinggi di sepanjang pertandingan. Divaldo juga menyebut bahwa Oman selalu berusaha tampil menyerang sejak menit pertama.
"Saya sudah pernah bekerja di Oman. Mereka sangat atletis dan cepat," ungkap Divaldo. "Namun, terkadang mereka kehilangan fokus taktik di menit-menit akhir. Itu bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia," kata pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Indonesia Diminta Bertahan dengan Tenang:Divaldo memberikan saran bagi skuad Garuda agar tetap tenang di awal pertandingan ketika menghadapi tekanan dari Oman. Menurutnya, Timnas Indonesia sebaiknya tidak terpancing untuk bermain terlalu terbuka.
"Jika Indonesia bisa mempertahankan ketenangan dan menahan mereka, Oman mungkin tidak akan bisa mencetak gol. Saat babak kedua dimulai, baru coba melakukan serangan," ujar Divaldo.
Ia menambahkan bahwa Oman memiliki mental seperti prajurit, tetapi hal tersebut membuat mereka cenderung bermain lebih agresif di babak pertama. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Indonesia di babak kedua.
Oman Sering Kehabisan Tenaga di Akhir Laga:Selain karakter agresif pada awal laga, Divaldo juga menyoroti kelemahan Oman yang kerap mengalami penurunan stamina. Intensitas tinggi diawal seringkali membuat fisik mereka menurun menjelang akhir pertandingan.
"Menjelang menit-menit akhir, fisik mereka biasanya menurun. Jika Indonesia mampu menahan mereka sepanjang pertandingan dan mencari momentum yang tepat, mereka bisa menguasai permainan dengan lebih mudah," tutup Divaldo.
```