Fasilitas pendidikan di tanah Papua kembali menjadi sasaran aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata. Peristiwa memprihatinkan ini menimpa SD Yapis Waghete I yang berlokasi di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.
Insiden pembakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis dini hari, tepatnya 4 Juni 2026. Bangunan sekolah yang selama ini menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak di Distrik Tigi tersebut kini telah rata dengan tanah.
Dugaan Keterlibatan Kelompok OPM
Pihak Kodam XVII/Cenderawasih memberikan atensi serius terhadap musibah yang menimpa fasilitas publik ini. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pihak TNI menduga kuat bahwa pelaku pembakaran merupakan simpatisan dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Aparat keamanan tidak memberikan dugaan tersebut tanpa adanya landasan yang kuat. Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya bukti fisik yang mengarah pada tindakan kesengajaan untuk menghanguskan gedung sekolah tersebut.
Berikut adalah beberapa temuan awal dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian:
- Aparat menemukan adanya indikasi kuat pelaku masuk ke area sekolah melalui sisi bagian belakang bangunan.
- Ditemukan pagar seng yang mengelilingi seluruh area sekolah dalam kondisi sengaja dipotong oleh para pelaku.
- Berdasarkan jejak dan informasi sementara, diperkirakan ada sekitar lima orang yang terlibat secara langsung dalam aksi pembakaran ini.
- Motif pembakaran diduga berkaitan dengan upaya kelompok tertentu untuk mengganggu situasi kondusif di wilayah Papua Tengah.
Pihak berwenang masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pasti para pelaku. Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mencari tahu keterlibatan kelompok yang selama ini aktif menolak terciptanya kedamaian di tanah Papua.
Dampak Kerugian dan Nasib Para Siswa
Kebakaran hebat ini membawa dampak yang sangat besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Deiyai. Bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh kini hanya menyisakan tumpukan debu dan material yang hangus terbakar.
Kerugian yang dialami pemerintah akibat insiden ini diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis. Berikut adalah rincian mengenai dampak kerusakan yang terjadi akibat kebakaran tersebut.
Informasi mengenai estimasi kerugian dan detail fasilitas yang terdampak kebakaran:
| Kategori Dampak | Keterangan Detail |
|---|---|
| Estimasi Kerugian Materiil | Mencapai kurang lebih Rp2.000.000.000 (Dua Miliar Rupiah). |
| Jumlah Bangunan Terbakar | Dua unit bangunan sekolah utama hangus total. |
| Fasilitas Kelas | Sembilan ruang kelas beserta seluruh isinya ludes terbakar. |
| Perlengkapan Pendidikan | Seluruh alat peraga, buku, dan kursi meja belajar tidak terselamatkan. |
| Dampak Sosial | Ratusan siswa kehilangan tempat belajar untuk masa depan mereka. |
Selain kerugian dalam bentuk uang, kerugian terbesar sebenarnya dirasakan oleh masyarakat lokal dan anak-anak didik. Mereka kini kehilangan akses terhadap fasilitas pendidikan yang sangat krusial bagi pengembangan diri generasi muda Papua.
Kecaman dari Pihak TNI
Kolonel Infanteri Tri Purwanto selaku Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih menyampaikan kecaman keras atas peristiwa ini. Dalam keterangannya pada Sabtu (6/6), ia menegaskan bahwa aksi semacam ini benar-benar tidak manusiawi.
Pihaknya berjanji akan terus memburu pelaku yang bertanggung jawab atas kehancuran gedung SD Yapis Waghete I tersebut. Kolonel Tri menyatakan bahwa tindakan keji ini tidak memiliki dasar pembenaran apa pun dalam norma masyarakat.
"Aksi keji ini tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengusut tuntas pelaku yang sengaja membakar sekolah tersebut," tegas Kolonel Infanteri Tri Purwanto saat memberikan keterangan kepada media.
Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa sekolah adalah sarana yang sangat vital untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Hal ini termasuk anak-anak di Papua yang sedang berjuang keras untuk meraih masa depan melalui jalur pendidikan formal.
Peristiwa ini memancing keprihatinan luas dari berbagai kalangan masyarakat maupun pemerintah setempat. Banyak pihak menyayangkan gedung yang menjadi harapan ratusan siswa tersebut harus hancur dalam sekejap karena ulah kelompok yang tidak bertanggung jawab.
Pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun tanah Papua yang lebih maju, damai, dan sejahtera di masa mendatang. Oleh karena itu, perusakan terhadap fasilitas pendidikan dianggap sebagai serangan terhadap masa depan anak-anak Papua itu sendiri.
Hingga saat ini, aparat keamanan gabungan masih bersiaga dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan di Distrik Tigi kembali pulih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal seperti sedia kala.