TNI AU dan Bappenas Resmi Kerja Sama, Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Pesawat AS 2026

TNI AU dan Bappenas Resmi Kerja Sama, Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Pesawat AS 2026
Foto: TNI AU dan Bappenas Resmi Kerja Sama, Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Pesawat AS 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

TNI AU dan Bappenas Bersatu Jadikan Bandara Kertajati Pusat MRO untuk Pesawat Hercules AS:

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka disiapkan sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) bagi pesawat angkut berat Hercules buatan Amerika Serikat (AS). Rencana ini ditekankan dalam kerjasama antara TNI AU dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) demi mengembangkan fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, memaparkan bahwa diskusi antara Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati telah dilakukan pada Kamis (4/6). Pertemuan ini membahas potensi yang bisa dikembangkan dari Bandara Kertajati untuk mendukung sektor dirgantara dan pertahanan.

Menurut Nyoman, Bandara Kertajati diyakini dapat memenuhi kebutuhan perawatan pesawat baik untuk sipil maupun militer. Selain itu, bandara ini berpeluang meningkatkan kapasitas nasional dalam industri kedirgantaraan. TNI AU siap mendukung proyek ini dengan pengalaman yang telah dimiliki di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Nyoman menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beragam rencana dan kajian internal yang dapat diintegrasikan untuk mendukung operasional Bandara Kertajati bila diperlukan bantuan lebih lanjut di masa depan.

Meskipun demikian, pengembangan kawasan ini tetap membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam. Diskusi lanjutan bersama kementerian dan lembaga terkait diperlukan agar jalannya proyek ini sesuai dengan rencana yang terpadu dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara TNI AU dan Bappenas bertujuan memperkuat strategi pengembangan Bandara Internasional Kertajati agar optimal bagi kepentingan nasional, yang mencakup konektivitas, industri, dan pertahanan.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dan Bappenas sepakat untuk mematangkan rencana teknokratis serta pengelolaan aset ini. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mencatat proyek ini masih dalam tahap perencanaan.

Artikel terkait

Rekomendasi