Sungai Cibanten Serang Terkepung Sampah, 15 Ton Berhasil Diangkut Petugas di 2026

Sungai Cibanten Serang Terkepung Sampah, 15 Ton Berhasil Diangkut Petugas di 2026
Foto: Sungai Cibanten Serang Terkepung Sampah, 15 Ton Berhasil Diangkut Petugas di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Aksi pembersihan besar-besaran baru saja dilakukan di Sungai Cibanten, Kota Serang, untuk mengatasi tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Upaya kolaboratif ini berhasil mengangkut sekitar 15 ton sampah yang kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Mulai dari Dinas PUPR Banten, BPBD, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3), hingga relawan dari Komunitas Peduli Sungai Banten dan Pramuka.

Penyebab Penumpukan Sampah di Sungai Cibanten

Sebelum dibersihkan, sebagian besar permukaan sungai di Kelurahan Unyur tertutup rapat oleh limbah rumah tangga. Jenis sampah yang mendominasi kawasan tersebut adalah plastik dan bahan styrofoam yang sulit terurai.

Masalah semakin diperparah karena adanya pohon tumbang yang melintang di tengah sungai. Batang pohon tersebut menjadi penghalang yang menjaring sampah selama lebih dari sepekan hingga membentuk hamparan luas.

Lulu Jamaludin, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, menjelaskan bahwa medan yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Kendaraan berat tidak bisa langsung masuk ke titik penumpukan sampah karena keterbatasan akses jalan.

Akibatnya, tim di lapangan harus mengurai tumpukan sampah secara manual terlebih dahulu. Sampah-sampah tersebut dipindahkan sedikit demi sedikit ke area yang lebih terbuka agar bisa diangkut ke daratan.

Data Evakuasi dan Pengangkutan Sampah

Berikut adalah rincian data pengangkutan sampah dari Sungai Cibanten ke TPA Cilowong:

Kategori Informasi Detail Keterangan
Total Volume Sampah Sekitar 15 Ton
Jenis Kendaraan Dump Truck
Jumlah Ritase 5 Kali Pengangkutan
Kapasitas per Kendaraan Kurang lebih 3 Ton per Rit
Lokasi Pembuangan Akhir TPA Cilowong, Kota Serang

Data di atas menunjukkan skala penumpukan sampah yang cukup masif dalam satu titik lokasi saja. Sampah-sampah tersebut sebagian besar bercampur dengan material alam seperti potongan bambu dan ranting pohon yang terbawa arus.

Edukasi dan Upaya Pencegahan Banjir

Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menegaskan bahwa aksi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga sekitar. Ia mengajak masyarakat untuk menyadari bahaya membuang limbah rumah tangga langsung ke aliran sungai.

Menurut Arlan, monitoring dari relawan dan laporan warga sangat membantu pemerintah dalam mendeteksi tumpukan sampah ini. Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar sungai tidak lagi menjadi tempat pembuangan akhir ilegal.

Beberapa dampak negatif dari kebiasaan membuang sampah di sungai yang perlu diwaspadai:

  • Menyempitnya luas aliran air yang memicu luapan ke pemukiman.
  • Meningkatnya risiko banjir bandang saat curah hujan sedang tinggi.
  • Menurunnya kualitas kesehatan lingkungan bagi masyarakat di sepanjang bantaran.
  • Terganggunya ekosistem air dan estetika tata kota.

Poin-poin di atas menjadi pengingat penting bahwa tindakan sederhana membuang sampah pada tempatnya dapat mencegah bencana besar. Pemerintah berharap masyarakat tidak lagi meremehkan dampak dari sampah plastik yang dibuang ke sungai.

Arlan juga mengimbau warga untuk proaktif melaporkan jika menemukan titik penumpukan sampah baru. Laporan bisa disampaikan melalui pengurus RT, pihak kelurahan, kecamatan, hingga langsung ke pemerintah kota atau provinsi.

Dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat krusial bagi keberlanjutan fungsi sungai. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama agar Sungai Cibanten tetap bersih dan berfungsi optimal sebagai saluran air.

Artikel terkait

Rekomendasi