Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu tetap menunjukkan kinerja positif meskipun menghadapi penyesuaian dari MSCI. Kendati demikian, saham-saham ini justru memimpin peringkat Top Gainers menjelang rebalancing indeks tersebut.
BREN dan CUAN memimpin kenaikan sejak pembukaan perdagangan:
JAKARTA – Sejumlah saham yang dimiliki oleh konglomerat terkenal, Prajogo Pangestu, mendominasi daftar Top Gainers sejak awal perdagangan pada Jumat (29/5). Ini terjadi di tengah fase rebalancing indeks MSCI yang akan efektif setelah penutupan perdagangan akhir pekan ini.
Pada rebalancing kali ini, enam saham dari MSCI Global Standard Index dan tiga belas dari MSCI Global Small Cap Index harus dilepas. Di antara saham yang keluar, tiga di antaranya berasal dari Grup Barito, organisasi Prajogo Pangestu, yang meliputi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Sejak perdagangan dibuka hingga pukul 11.21 WIB, harga saham BREN melonjak 25% dan CUAN melesat 24,75%. Kedua saham ini memimpin pergerakan Top Gainers dengan nilai transaksi masing-masing mencapai Rp1,83 triliun dan Rp1,02 triliun. Di lain pihak, saham TPIA mengalami kenaikan yang lebih moderat sebesar 1,05%.
Penguatan harga ini dialami pula oleh saham-saham lain dari Grup Barito, meski mereka tidak terkena dampak rebalancing MSCI. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 23,47%, kemudian PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 15,89%, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 20,86%.
Walaupun ada lonjakan harga baru-baru ini, saham-saham dari Grup Barito sebenarnya telah anjlok sejak awal tahun 2026. Dalam periode tersebut, harga saham BREN turun sekitar 65%, TPIA anjlok 79%, CUAN menurun 73%, sementara BRPT menurun 41%, CDIA kehilangan 47% dari nilainya, dan PTRO turun 58%.
Penurunan tajam saham-saham dalam Grup Barito turut menyebabkan berkurangnya kekayaan Prajogo Pangestu, menjadikannya tidak lagi sebagai konglomerat terkaya di Indonesia.