Saham Prajogo Pangestu Masih Dilepas Asing, Ini Daftar Terbaru yang Banyak Dicari 2026

Saham Prajogo Pangestu Masih Dilepas Asing, Ini Daftar Terbaru yang Banyak Dicari 2026
Foto: Saham Prajogo Pangestu Masih Dilepas Asing, Ini Daftar Terbaru yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Investor asing terpantau masih gencar melepas kepemilikan saham pada sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar (big caps). Meskipun secara keseluruhan pasar reguler mencatatkan beli bersih (net buy), beberapa saham unggulan justru menjadi sasaran jual pada perdagangan Selasa (20/5/2026).

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan pertama dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp375,8 miliar. Langkah serupa juga terjadi pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Daftar Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing

Aksi lepas saham oleh investor mancanegara ini tidak hanya menyasar sektor perbankan, tetapi juga merambah ke sektor tambang dan telekomunikasi. Berikut adalah rincian emiten dengan nilai penjualan bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan kemarin:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp375,8 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp221 miliar
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp140,5 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp123,8 miliar
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp113,7 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp109,7 miliar
  • PT Astra International Tbk (ASII): Rp100,7 miliar
  • PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM): Rp78,1 miliar
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp70,8 miliar
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp34,2 miliar

Data di atas menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan pada saham-saham lapis satu. Menariknya, di tengah aksi jual tersebut, investor asing justru melirik saham bertema energi dan hilirisasi seperti ENRG, MBMA, BRMS, dan INDY.

Pergerakan IHSG yang Fluktuatif

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa domestik bergerak sangat fluktuatif layaknya roller coaster. Pada akhir sesi perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,82% dan bertengger di level 6.318,50.

Tercatat sebanyak 483 saham mengalami koreksi harga, sementara hanya 208 saham yang mampu menguat. Volume perdagangan terpantau sangat ramai dengan total transaksi mencapai Rp22,36 triliun dari 41,13 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Kondisi pasar sempat memanas menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR, di mana IHSG sempat melonjak 1% ke level 6.430,97. Namun, euforia tersebut meredup setelah pasar merespons kebijakan baru terkait tata kelola ekspor sumber daya alam.

Pasar bereaksi negatif terhadap rencana pemberlakuan sistem ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti batu bara dan kelapa sawit. Selain itu, inisiasi pembentukan badan ekspor milik BUMN turut memicu kekhawatiran yang membuat IHSG sempat merosot hingga nyaris 2,5%.

Sektor infrastruktur dan barang baku menjadi pemberat utama indeks pada perdagangan kali ini. Di sisi lain, sektor teknologi dan finansial masih mampu menunjukkan performa positif dan mencoba menahan kejatuhan indeks lebih dalam.

Artikel terkait

Rekomendasi