Saham ICBP dan BBRI Melaju, Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat Paling Banyak Dicari 2026

Saham ICBP dan BBRI Melaju, Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat Paling Banyak Dicari 2026
Foto: Saham ICBP dan BBRI Melaju, Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat Paling Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan di awal pekan, Senin (25/5/2026), dengan performa yang cukup memuaskan di zona hijau. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme pasar menyusul munculnya sinyal perdamaian di kawasan Selat Hormuz.

Kinerja positif tersebut didorong kuat oleh pergerakan sejumlah saham unggulan seperti ICBP, BBRI, hingga ASII. Ketiga saham raksasa ini menjadi motor utama yang mendongkrak posisi indeks hingga penutupan pasar.

Analisis Pergerakan Indeks Bisnis-27

Merujuk pada data resmi dari IDX Mobile, indeks yang merupakan hasil kolaborasi dengan harian Bisnis Indonesia ini menguat sebesar 6,40 poin. Secara persentase, kenaikan tersebut mencapai 1,46% sehingga membawa indeks ke level 444,83.

Selama sesi perdagangan berlangsung, Indeks Bisnis-27 menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis bagi para investor. Titik terendah harian tercatat berada pada posisi 437,06, sementara posisi tertingginya sempat menyentuh angka 449,22.

Dilihat dari sisi likuiditas pasar, aktivitas transaksi pada saham-saham penghuni indeks ini tergolong sangat aktif. Nilai transaksi total yang tercatat mencapai angka Rp8,02 triliun sepanjang hari perdagangan tersebut.

Volume perdagangan juga terpantau tinggi dengan sekitar 7,63 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Sementara itu, frekuensi transaksi di pasar tercatat sebanyak 481,6 ribu kali oleh para pelaku pasar.

Dari total konstituen yang ada, sebanyak 14 saham berhasil mencatatkan penguatan harga dan berada di zona hijau. Di sisi lain, 12 saham mengalami penurunan harga, sedangkan satu saham lainnya terpantau bergerak stagnan.

Daftar Saham Pendorong dan Penekan Indeks

Beberapa emiten unggulan yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pada hari ini antara lain:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang melonjak 4,03% menuju level Rp7.100 per saham.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan kenaikan 3,93% sehingga parkir di posisi Rp3.170.
  • PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 3,70% dan berakhir pada level harga Rp5.600.
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turut terkerek naik 3,39% menuju level Rp6.100.
  • PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang mencatatkan pertumbuhan 3,02% ke harga Rp1.875.

Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, terdapat sejumlah saham yang justru mengalami tekanan cukup dalam. Penurunan ini sempat menahan laju penguatan indeks yang lebih tinggi pada penutupan perdagangan Senin ini.

Berikut adalah daftar saham konstituen yang mengalami koreksi harga paling signifikan di pasar:

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) merosot tajam 9,12% hingga berada pada level Rp1.295.
  • PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terpangkas 7,57% sehingga berakhir di posisi Rp171.
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah sebesar 7,41% dan parkir di level Rp350 per saham.
  • PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) mencatat penurunan 5,86% menuju angka Rp1.525.
  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) terkoreksi 5,22% ke posisi harga Rp1.270.

Penurunan saham-saham di sektor energi dan ritel tersebut memberikan warna tersendiri di tengah reli saham perbankan. Namun, dominasi saham-saham berkapitalisasi besar tetap mampu menjaga stabilitas Indeks Bisnis-27 di zona positif.

Pengaruh Sentimen Global dan Domestik

Tim riset dari Phintraco Sekuritas memberikan pandangannya mengenai faktor utama di balik penguatan pasar modal saat ini. Mereka menilai ada harapan besar dari kemajuan upaya perdamaian untuk mengakhiri konflik di wilayah Timur Tengah.

Kabar mengenai negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perselisihan telah berdampak pada koreksi harga minyak dunia. Situasi ini dinilai positif karena mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap ancaman inflasi di Amerika Serikat.

Presiden Trump sempat menyatakan pada 23 Mei lalu bahwa sebuah kesepakatan sedang disusun untuk membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, pernyataan tersebut sempat mendapatkan bantahan dari pihak kantor berita resmi Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa aktivitas di Selat Hormuz tetap berjalan dengan puluhan kapal melintas di bawah pengawasan mereka. Ketidakpastian mengenai kesepakatan AS-Iran ini diprediksi masih akan terus membayangi pergerakan harga minyak global.

Dari dalam negeri, para pelaku pasar kini tengah bersiap mengantisipasi agenda rebalancing indeks MSCI pada akhir bulan. Momen ini menjadi krusial mengingat pekan perdagangan kali ini tergolong cukup pendek akibat adanya libur bursa.

Selain itu, investor nampaknya akan bersikap lebih waspada dalam mengambil keputusan investasi dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan adanya ketidakjelasan mengenai implementasi beberapa kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Ringkasan Kinerja Saham Konstituen Utama

Tabel berikut menyajikan ringkasan performa lima saham dengan kenaikan tertinggi pada Indeks Bisnis-27 hari ini:

Kode Emiten Nama Perusahaan Harga Terakhir Persentase Kenaikan
ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Rp7.100 4,03%
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Rp3.170 3,93%
ASII Astra International Tbk. Rp5.600 3,70%
BBCA Bank Central Asia Tbk. Rp6.100 3,39%
PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Rp1.875 3,02%

Tabel di atas menunjukkan bahwa sektor perbankan dan konsumsi menjadi penopang utama pergerakan indeks pada awal pekan ini. Investor cenderung melakukan aksi beli pada saham-saham blue-chip yang memiliki fundamental kuat di tengah ketidakpastian global.

Perlu diingat bahwa seluruh data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala risiko maupun keuntungan dari keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing pembaca.

Pasar modal bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal maupun internal yang bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, analisis mendalam dan konsultasi dengan ahli keuangan sangat disarankan sebelum melakukan transaksi di bursa.

Artikel terkait

Rekomendasi