Nilai saham perusahaan otomotif mewah asal Italia, Ferrari, mengalami kontraksi hebat pada sesi perdagangan Selasa (26/5/2026). Tren negatif ini muncul tepat setelah pabrikan tersebut memperkenalkan kendaraan listrik murni pertamanya ke publik.
Produsen mobil sport ikonik yang berbasis di Maranello ini resmi meluncurkan model terbaru bernama Luce di Roma. Dalam bahasa Italia, nama tersebut memiliki arti cahaya yang melambangkan visi masa depan perusahaan.
Kehadiran Luce dipandang sebagai tonggak sejarah besar bagi Ferrari untuk mulai merambah segmen elektrifikasi sepenuhnya. Langkah ini diambil di tengah persaingan industri otomotif global yang kian gencar memproduksi kendaraan ramah lingkungan.
Model yang telah lama dinantikan ini juga menandai pergeseran signifikan dari sisi estetika visual yang biasanya melekat pada Ferrari. Menariknya, Luce meluncur saat kompetitor lain seperti Porsche dan Lamborghini justru sedang mengerem rencana produksi kendaraan listrik mereka.
Keputusan para pesaing tersebut disebabkan oleh melemahnya permintaan pasar terhadap mobil listrik kelas atas. Namun, Ferrari memilih untuk tetap melangkah maju dengan strategi elektrifikasi mereka sendiri.
Reaksi pasar modal terhadap peluncuran ini ternyata di luar ekspektasi positif perusahaan. Saham Ferrari terpantau merosot hingga 8 persen pada perdagangan di Bursa Milan, Italia.
Kondisi serupa merambat ke pasar saham Amerika Serikat, di mana saham mereka juga mengalami koreksi sebesar 5,3 persen. Jika ditarik dalam periode satu tahun terakhir, saham Ferrari di Milan bahkan telah terkoreksi lebih dari 32 persen.
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menegaskan bahwa peluncuran model Luce merupakan momen yang sangat krusial. Menurutnya, ini adalah babak baru yang sedang dibuka dalam sejarah panjang produsen berlogo kuda jingkrak tersebut.
Vigna menjelaskan bahwa dalam mengadopsi teknologi baru, aspek rasa hormat menjadi kunci utama. Hal ini ia sampaikan saat memberikan keterangan kepada CNBC International pada Rabu (27/5/2026).
Ia menekankan bahwa teknologi baru harus direpresentasikan secara tepat melalui desain yang berbeda. Hal inilah yang mendasari mengapa Luce tampil dengan identitas visual yang tidak biasa bagi standar Ferrari tradisional.
Lebih lanjut, Vigna meyakini bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman keinginan pelanggan. Ia optimis Luce akan menarik minat pelanggan setia sekaligus mendatangkan pembeli baru yang menggemari teknologi listrik.
Spesifikasi dan Harga Ferrari Luce
Sebagai mobil listrik perdana, Luce mengusung konsep yang cukup unik untuk kategori supercar. Berikut adalah rincian teknis dan informasi penjualan dari model tersebut:
Daftar spesifikasi dan detail penjualan Ferrari Luce:
- Kapasitas Penumpang: Menggunakan konfigurasi empat pintu dengan kapasitas lima orang penumpang.
- Akselerasi: Mampu melesat dari 0 hingga 60 mph hanya dalam waktu sekitar 2,5 detik saja.
- Kecepatan Maksimum: Mobil ini sanggup menyentuh kecepatan tertinggi pada angka 192 mph atau sekitar 308 km/jam.
- Harga Jual: Satu unit Luce dibanderol sekitar 550.000 euro atau setara dengan Rp11,4 miliar.
- Jadwal Pengiriman: Unit pertama dijadwalkan mulai sampai ke tangan konsumen pada kuartal keempat tahun ini.
Seluruh komponen teknis mobil ini dikembangkan dan diproduksi secara mandiri di fasilitas mereka di Maranello. Sementara itu, desainnya merupakan hasil kolaborasi dengan LoveFrom, agensi milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive.
Sentimen Investor dan Kritik Terhadap Strategi Elektrifikasi
Penurunan harga saham ini mencerminkan keraguan mendalam dari para investor terhadap strategi jangka panjang Ferrari. Banyak pihak yang mempertanyakan apakah eksklusivitas merek tetap terjaga saat mereka beralih ke mesin listrik.
Sejumlah analis memberikan catatan kritis mengenai desain eksterior Luce yang dianggap terlalu menyerupai mobil listrik massal. Kritikus menilai Ferrari mulai kehilangan karakter agresif yang selama ini menjadi jati diri mereka.
Michael Field, selaku Kepala Strategi Ekuitas di Morningstar, menyatakan bahwa banyak penggemar merasa kecewa dengan keputusan ini. Menurutnya, citra Ferrari sudah terlanjur melekat kuat pada desain klasik dan suara mesin pembakaran internal (ICE) yang murni.
Dari sisi finansial, investor juga merasa cemas dengan tingginya biaya penelitian dan pengembangan (R&D) untuk model elektrik. Pengeluaran yang sangat besar ini dikhawatirkan dapat menekan profitabilitas dan mengurangi imbal hasil investasi perusahaan.
Kritik pedas juga datang dari pejabat pemerintah Italia, yakni Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi, Matteo Salvini. Melalui media sosial X, ia menyindir harga mobil yang sangat mahal namun dengan desain yang dianggapnya mengecewakan.
Salvini bahkan mempertanyakan apakah pendiri perusahaan, Enzo Ferrari, akan menyetujui arah inovasi seperti ini. Ia merasa Luce sama sekali tidak menunjukkan identitas visual yang diharapkan dari sebuah mobil bermerek Ferrari.
Meskipun dihujani kritik dan tekanan pasar, manajemen Ferrari tetap memegang teguh optimisme mereka. Mereka yakin Luce akan membuka segmentasi pasar baru, khususnya bagi kalangan muda kaya di Amerika Serikat dan China.
Bagi Vigna, hal terpenting dari sebuah Ferrari bukanlah jenis mesinnya, melainkan emosi yang dirasakan oleh pengemudi. Ia tetap percaya bahwa pengalaman berkendara yang emosional akan menjadi nilai jual utama meskipun tanpa suara mesin bensin.