Rupiah Terperosok Makin Dalam, Sore Ini Tembus Rp17.795 per Dolar AS di 2026

Rupiah Terperosok Makin Dalam, Sore Ini Tembus Rp17.795 per Dolar AS di 2026
Foto: Rupiah Terperosok Makin Dalam, Sore Ini Tembus Rp17.795 per Dolar AS di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang Garuda tercatat merosot hingga menyentuh angka Rp17.795 per dolar AS.

Koreksi ini mencerminkan penurunan sebesar 52 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Kondisi ini memperparah posisi rupiah yang terus tertekan dalam beberapa waktu terakhir.

Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah didominasi oleh faktor eksternal. Kabar mengenai aksi militer terbaru Amerika Serikat di wilayah Iran menjadi pemicu utamanya.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa militer AS melancarkan serangan ke fasilitas peluncuran rudal dan kapal di Iran selatan. Meskipun AS mengklaim tindakan tersebut sebagai upaya bela diri, pasar merespons dengan kekhawatiran tinggi.

Pihak Teheran sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah balasan yang akan diambil. Namun, situasi ini diprediksi akan menghambat proses negosiasi perdamaian yang selama ini sedang diupayakan kedua negara.

Ibrahim menekankan bahwa risiko ketidakpastian semakin meningkat karena Iran sebelumnya sudah memperingatkan AS agar tidak melanjutkan serangan. Hal ini memicu spekulasi buruk di kalangan investor global.

Fluktuasi Harga Minyak dan Dampaknya

Konflik bersenjata ini muncul di tengah harapan damai setelah adanya laporan mengenai kesepakatan kerangka kerja kedua negara. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa AS dan Iran sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan membuka kembali Selat Hormuz.

Berita positif tersebut sempat membuat harga minyak mentah dunia merosot tajam pada hari Senin. Akan tetapi, serangan baru ini langsung membatalkan sentimen positif yang mulai terbentuk di pasar.

Berikut adalah ringkasan data perdagangan rupiah sore ini:

  • Level Penutupan: Rp17.795 per dolar AS.
  • Total Penurunan: 52 poin.
  • Persentase Koreksi: 0,29 persen.
  • Sentimen Utama: Konflik militer AS dan Iran di Timur Tengah.

Data di atas menunjukkan betapa rentannya posisi mata uang domestik terhadap gejolak geopolitik global. Ketidakpastian di Timur Tengah secara langsung memengaruhi aliran modal ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Potensi Rupiah ke Depan

Pasar saat ini masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai situasi di lapangan. Jika tensi militer tidak segera mereda, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Para pelaku pasar juga mulai mengantisipasi kemungkinan nilai tukar yang semakin menjauh dari level fundamentalnya. Kewaspadaan tinggi menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi volatilitas yang terjadi saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi