Rupiah Tembus 17.900, Bank Internasional Jual Dekati 18.000 Terbaru 2026

Rupiah Tembus 17.900, Bank Internasional Jual Dekati 18.000 Terbaru 2026
Foto: Rupiah Tembus 17.900, Bank Internasional Jual Dekati 18.000 Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi pada perdagangan hari ini. Sempat menyentuh angka Rp17.905 per dolar AS pada pagi hari, mata uang Garuda kini sedikit menguat di kisaran Rp17.879 per dolar AS.

Kondisi ini menambah catatan negatif bagi rupiah yang sudah melemah sebesar 3,84 persen selama sebulan terakhir. Bahkan jika ditarik sejak awal tahun, depresiasi nilai tukar rupiah tercatat telah mencapai 7,18 persen.

Daftar Bank yang Menjual Dolar di Atas Rp17.900

Merespons pelemahan ini, sejumlah perbankan internasional di Indonesia mulai melakukan penyesuaian harga jual dolar AS. Beberapa di antaranya bahkan telah mematok harga jual yang hampir mendekati level psikologis Rp18.000.

Berikut adalah daftar harga jual dolar pada dua bank internasional per tanggal 26 Mei 2026:

  • Bank HSBC Indonesia: Menjual dolar AS pada level Rp17.985.
  • Bank DBS Indonesia: Mematok harga jual dolar AS pada level Rp17.960.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih sangat besar di pasar perbankan internasional. Hal ini mencerminkan tingginya permintaan atau terbatasnya pasokan valas di tingkat global maupun domestik.

Kurs Jual di Empat Bank Besar Nasional

Berbeda dengan bank internasional, empat bank besar dalam negeri terpantau masih mempertahankan harga jual di kisaran Rp17.800-an. Hal ini memberikan sedikit ruang bagi nasabah domestik yang membutuhkan mata uang dolar AS dalam waktu dekat.

Simak perbandingan kurs jual dolar AS di beberapa bank BUMN dan swasta nasional berikut:

Nama Bank Jenis Kurs Kurs Jual (Rp)
BCA (BBCA) E-rate 17.880
BRI (BBRI) TT Counter 17.890
Mandiri (BMRI) Special Rates 17.770
BNI (BBNI) Special Rates 17.825

Data di atas menunjukkan adanya variasi harga tergantung pada jenis layanan transaksi yang digunakan oleh nasabah. Perlu dicatat bahwa tarif khusus biasanya berlaku untuk transaksi dengan jumlah besar, seperti di atas US$25.000 pada Bank Mandiri.

Potensi Rupiah Menyentuh Level Rp18.000

EBC Financial Group sebelumnya telah memberikan peringatan terkait potensi pelemahan rupiah yang lebih dalam. Jika momentum penguatan dolar terus berlanjut tanpa hambatan, rupiah diprediksi bisa menembus level Rp18.000 pada akhir tahun ini.

Sentimen negatif ini diperparah oleh kebijakan The Fed yang kemungkinan kembali menaikkan suku bunga acuan. Langkah tersebut diambil guna menekan inflasi global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Kondisi geopolitik yang belum menemui titik terang ini membuat investor cenderung beralih ke aset aman atau safe haven. Akibatnya, dolar AS semakin perkasa sementara mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, terus berada di bawah tekanan.

Artikel terkait

Rekomendasi