Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Frederic Palit, mengkritik Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengenai nilai tukar rupiah yang terus melemah. Meski stabilitas diklaim terjaga, rupiah tidak pernah mencapai nilai fundamental yang sering digemakan sejak 2014 dan kini berada di posisi terlemah Rp17.600 per dolar AS.
Dalam rapat kerja dengan BI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Dolfie menyoroti bahwa sejak 2014, nilai rupiah belum pernah mencapai situasi ekonomi yang ideal. Ia juga mempertanyakan biaya yang dibutuhkan BI untuk mengembalikan rupiah ke nilai fundamentalnya.
Dolfie menanyakan seberapa besar biaya untuk mendekatkan nilai rupiah ke fundamental. Ia mencatat bahwa penerimaan BI terus meningkat meski nilai tukar tidak mendekati nilai fundamentalnya sejak 2014 hingga 2026.
Sementara itu, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai fundamental rupiah dihitung dalam rentang APBN, antara Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS dengan rata-rata Rp16.500 per dolar pada 2026. Perry menyatakan bahwa meskipun rupiah mencapai level Rp17.630 per dolar AS baru-baru ini, depresiasi tahunan masih berada di angka 5,4% dan dianggap stabil.
Perry menegaskan bahwa fokus BI adalah menjaga stabilitas pergerakan rupiah. Stabilitas ini diukur dari volatilitas atau fluktuasi nilai tukar dalam periode tertentu, bukan mempertahankan kurs tertentu.
Menurut Perry, volatilitas rupiah untuk tahun ini berada di level 5,4%, yang menurutnya masih dianggap stabil dibandingkan negara lain yang terdampak tekanan global. Ia optimistis rupiah akan menguat kembali pada Juli dan Agustus 2026.
Gubernur BI ini yakin rupiah dapat bergerak sesuai asumsi yang ditetapkan pemerintah dan BI sepanjang 2026, yakni dalam kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS. Rata-rata nilai tukar saat ini sekitar Rp16.900 per dolar AS.
Perry menjelaskan bahwa BI yakin nilai tukar rupiah akan masuk dalam kisaran yang ditetapkan karena biasanya mengalami penguatan pada bulan Juli dan Agustus. Sepanjang tahun, dia optimis rupiah akan bertahan dalam kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS.