Rupiah Melemah, IHSG Terperosok ke Level Terendah 5 Tahun di 2026 yang Mengejutkan Pasar

Rupiah Melemah, IHSG Terperosok ke Level Terendah 5 Tahun di 2026 yang Mengejutkan Pasar
Foto: Rupiah Melemah, IHSG Terperosok ke Level Terendah 5 Tahun di 2026 yang Mengejutkan Pasar. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga terperosok ke level terendah dalam lima tahun terakhir pada penutupan perdagangan Rabu (3/6).

Indeks kebanggaan bursa domestik ini anjlok sedalam 4,11 persen atau kehilangan 254,36 poin, yang membuatnya bertengger di posisi 5.941,07.

Kondisi pasar sempat memburuk saat indeks menyentuh titik terendah harian di level 5.842, sebuah angka yang tidak pernah terlihat lagi sejak Mei 2021.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini tercatat sangat masif dengan total nilai transaksi menembus angka Rp25,25 triliun.

Volume saham yang berpindah tangan pun cukup fantastis, yakni mencapai 40,17 miliar lembar saham di tengah aksi jual yang meluas.

Penyebab Utama Kejatuhan IHSG

Sentimen negatif yang membayangi pasar modal Indonesia bersumber dari melemahnya nilai tukar rupiah yang kini berada di posisi Rp17.966 per dolar AS.

Analis dari Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa depresiasi rupiah sebesar 0,71 persen menjadi faktor utama yang menyeret turun performa indeks hari ini.

Kenaikan harga minyak dunia turut menambah kekhawatiran pelaku pasar karena berpotensi memicu lonjakan inflasi di dalam negeri.

Kondisi inflasi tersebut dikhawatirkan akan memaksa Bank Indonesia untuk mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.

Selain faktor makroekonomi, terdapat sentimen negatif dari lembaga pemeringkat Moody’s yang memberikan prospek negatif terhadap PT Danantara Investment Management (DIM).

Meski peringkatnya tetap berada di level Baa2, status outlook negatif tersebut tetap memicu kekhawatiran di kalangan investor global maupun domestik.

Performa Terburuk di Kawasan Asia

Kemerosotan tajam ini membuat IHSG menyandang predikat sebagai indeks saham dengan kinerja paling buruk di antara negara berkembang (emerging market) Asia.

Hal ini berbanding terbalik dengan bursa saham negara tetangga yang justru mayoritas bergerak di zona hijau dan mencatatkan penguatan signifikan.

Berikut adalah perbandingan performa IHSG dengan beberapa bursa saham utama di Asia hari ini:

Indeks Saham Negara Perubahan Kinerja
IHSG Indonesia Turun 4,11%
TWSE Taiwan Naik 1,98%
SET Thailand Naik 1,26%

Data di atas memperlihatkan kontras yang nyata antara pasar modal Indonesia yang melemah di saat bursa regional lainnya justru sedang bergairah.

Analisis Sektoral dan Proyeksi Teknis

Kejatuhan indeks tidak menyisakan satu sektor pun, di mana seluruh indeks sektoral di bursa terpantau kompak mengalami pelemahan.

Sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi yang paling menderita dengan koreksi 9,05 persen, disusul sektor energi (IDXENERGY) yang turun 5,61 persen.

Beberapa poin penting terkait prospek teknis IHSG ke depan adalah sebagai berikut:

  • Penutupan di bawah level psikologis 5.900 menjadi sinyal waspada bagi para pelaku pasar.
  • Indeks diprediksi akan menguji level pendukung (support) selanjutnya di rentang 5.750 hingga 5.840.
  • Stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi kunci utama untuk pemulihan kepercayaan investor di pasar modal.
  • Sentimen global terkait kebijakan suku bunga AS dan harga komoditas akan terus dipantau secara ketat.

Secara keseluruhan, tantangan IHSG saat ini cukup berat karena harus menghadapi tekanan dari sisi domestik maupun ketidakpastian ekonomi global.

Artikel terkait

Rekomendasi