Nilai tukar rupiah terpantau mengalami koreksi cukup dalam pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 3 Juni 2026. Kondisi ini memicu sejumlah perbankan, terutama bank asing, untuk mematok harga jual dolar AS menembus level psikologis baru.
Berdasarkan pantauan data Bloomberg hingga pukul 09:53 WIB, mata uang Garuda melemah sebesar 0,45 persen atau turun 81 poin ke posisi Rp17.920 per dolar AS. Padahal, pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah masih bertahan di level Rp17.839 per dolar AS.
Dolar AS Tembus Rp18.000 di Bank Asing
Tren pelemahan di pasar spot ini langsung direspons oleh perbankan domestik maupun internasional yang beroperasi di tanah air. Beberapa bank asing bahkan sudah menawarkan kurs jual dolar AS di atas angka Rp18.000 bagi nasabah mereka.
Sebagai contoh, Bank UOB Indonesia tercatat menetapkan harga jual di level Rp18.083 per dolar AS. Sementara itu, Bank OCBC NISP juga mematok harga tinggi senilai Rp18.058 per dolar AS untuk jenis transaksi Telegraphic Transfer (TT).
Daftar perincian kurs jual dan beli dolar AS di berbagai bank pada Rabu pagi:
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Kurs e-Rate beli Rp17.778 dan jual Rp17.920, sedangkan kurs TT Counter beli Rp17.690 dan jual Rp17.990.
- Bank Central Asia (BBCA): Kurs e-Rate beli Rp17.894 dan jual Rp17.914, sedangkan kurs Bank Notes/TT Counter beli Rp17.690 dan jual Rp17.940.
- Bank Negara Indonesia (BBNI): Kurs Special Rates beli Rp17.890 dan jual Rp17.910, sedangkan kurs Bank Notes/TT Counter beli Rp17.815 dan jual Rp17.925.
- Bank Mandiri (BMRI): Kurs Special Rates beli Rp17.870 dan jual Rp17.900, sedangkan kurs Bank Notes/TT Counter beli Rp17.640 dan jual Rp17.940.
- Bank Maybank Indonesia (BNII): Kurs e-Rate beli Rp17.889 dan jual Rp17.905, sedangkan kurs Bank Notes beli Rp17.770 dan jual Rp18.020.
- Bank CIMB Niaga (BNGA): Menawarkan kurs valas beli sebesar Rp17.894 dan harga jual di posisi Rp17.909.
Data tersebut menunjukkan adanya variasi margin yang diambil oleh perbankan dalam menghadapi volatilitas nilai tukar yang sedang berlangsung. Nasabah disarankan untuk selalu mengecek pembaruan kurs secara berkala karena fluktuasi yang terjadi sangat cepat.
Perbandingan Kurs Jual dan Beli Perbankan
Tabel berikut menyajikan ringkasan nilai tukar dolar AS pada beberapa bank besar di Indonesia:
| Nama Perbankan | Kurs Beli (IDR) | Kurs Jual (IDR) |
|---|---|---|
| Bank UOB Indonesia | 17.530 | 18.083 |
| Bank OCBC NISP (TT) | 17.731 | 18.058 |
| Bank Maybank Indonesia (Bank Notes) | 17.770 | 18.020 |
| Bank Rakyat Indonesia (TT Counter) | 17.690 | 17.990 |
| Bank Central Asia (e-Rate) | 17.894 | 17.914 |
Tabel di atas memperlihatkan bahwa bank-bank internasional cenderung memiliki selisih kurs jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank lokal pada sesi perdagangan kali ini. Selisih ini mencerminkan strategi manajemen risiko masing-masing institusi keuangan terhadap tekanan mata uang global.
Tren Pelemahan Mata Ung Regional Asia
Tekanan terhadap rupiah ternyata tidak terjadi sendirian, melainkan searah dengan pergerakan mata uang di kawasan Asia Pasifik lainnya. Sebagian besar mata uang negara berkembang (emerging markets) juga terpantau layu di hadapan greenback.
Ringgit Malaysia tercatat mengalami penurunan sebesar 0,41 persen, diikuti oleh Yuan China yang terkoreksi 0,29 persen. Won Korea Selatan juga ikut melemah tipis sebesar 0,09 persen dalam periode waktu yang sama.
Kondisi ini dipicu oleh indeks dolar AS yang terus menunjukkan penguatan, di mana sejak awal tahun indeks tersebut sudah mendaki hingga 0,93 persen. Penguatan dolar secara global memberikan tekanan hebat bagi nilai tukar mata uang di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.