Rupiah Hari Ini Mengejutkan, Terapresiasi ke Rp17.653 meski Dolar AS Melaju 2026

Rupiah Hari Ini Mengejutkan, Terapresiasi ke Rp17.653 meski Dolar AS Melaju 2026
Foto: Rupiah Hari Ini Mengejutkan, Terapresiasi ke Rp17.653 meski Dolar AS Melaju 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat menguat ke Rp17.653 dalam perdagangan terkini. Di sisi lain, mata uang greenback juga mengalami apresiasi.

Menurut data yang diperoleh dari TradingView, rupiah mengalami kenaikan sebesar 0,50 poin, mencapai posisi Rp17.653 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS naik tipis 0,06% ke level 99,15. Mata uang lain di Asia menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan Yen Jepang dan Yuan China masing-masing naik 0,03% dan 0,05%.

Sebaliknya, Baht Thailand dan Rupee India mencatat penurunan terhadap dolar AS, masing-masing sebesar 0,06% dan 0,31%. Diperkirakan, nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Hal ini disebabkan penguatan indeks dolar AS di tengah isu geopolitik Timur Tengah dan kebijakan moneter terbaru dari Bank Indonesia (BI).

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 21 Mei 2026

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan harapan bahwa nilai rupiah masih dipengaruhi oleh dinamika eksternal. Ini terutama terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai konflik dengan Iran. Meskipun dilaporkan bahwa negosiasi perdamaian mengalami perkembangan, pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz yang dapat mengakibatkan inflasi global.

"Kondisi ini meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve, akan menaikkan suku bunga. Saat ini, pasar memperkirakan probabilitas hampir 50% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada akhir tahun," ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menerima pidato Presiden Prabowo Subianto dengan positif terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) di DPR. Ibrahim menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 di kisaran 5,8% hingga 6,5%, dengan asumsi kurs rupiah berada antara Rp16.800 dan Rp17.500 per dolar AS.

Selain itu, sentimen domestik juga didukung oleh langkah agresif BI yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak melemahnya kondisi geopolitik global serta menjaga target inflasi.

Disclaimer: Berita ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

```

Artikel terkait

Rekomendasi