PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) secara resmi melakukan penataan ulang portofolio bisnisnya dengan melepas seluruh kepemilikan saham di PT Administrasi Medika (AdMedika). Perusahaan pengelola administrasi kesehatan (TPA) terbesar di Indonesia tersebut kini resmi beralih ke tangan Fullerton Health Group, perusahaan layanan kesehatan asal Singapura.
Langkah divestasi ini dijalankan melalui dua anak usaha Telkom, yakni PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) dan PT Metra Digital Investama Ventura (MDI). Keduanya menjual total 452.330 lembar saham AdMedika kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte, Ltd pada 2 Juni 2026.
Detail Transaksi dan Fokus Bisnis Strategis
Hingga saat ini, baik pihak Telkom maupun Fullerton Health memilih untuk tidak mempublikasikan nominal pasti dari nilai transaksi tersebut. Meski demikian, laporan keuangan Telkom tahun 2025 mencatat bahwa aset AdMedika yang siap dijual memiliki nilai sekitar Rp751 miliar.
Jika dikurangi dengan total kewajiban atau liabilitas perusahaan sebesar Rp466 miliar, maka nilai aset bersih AdMedika berada di angka Rp285 miliar. Penjualan ini menjadi bagian dari strategi besar Telkom untuk merampingkan struktur organisasi dan memperkuat sektor bisnis utama.
Berikut adalah empat pilar utama yang menjadi fokus transformasi bisnis Telkom ke depan:
- Infrastruktur Digital (Digital Infrastructure) yang mencakup jaringan konektivitas luas.
- Layanan B2C Terintegrasi (Integrated B2C Service) untuk konsumen ritel.
- Layanan ICT B2B (B2B ICT Service) guna mendukung transformasi digital perusahaan.
- Ekspansi bisnis berskala internasional.
Keputusan strategis ini diharapkan dapat mempercepat langkah Telkom Group menjadi perusahaan Strategic Holding yang lebih efisien. Dengan melepas lini bisnis non-inti, perseroan yakin dapat memaksimalkan nilai tambah bagi pemegang saham.
Dukungan Terhadap Arahan Danantara
Pihak manajemen menjelaskan bahwa divestasi ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi Danantara Indonesia. Lembaga tersebut sebelumnya meminta Telkom untuk memangkas hingga 10 anak usaha yang dinilai tidak searah dengan bisnis inti pada pertengahan 2026.
Presiden Direktur TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, menyatakan bahwa dana hasil penjualan ini akan segera dialokasikan kembali. Fokus utamanya adalah mengembangkan portofolio investasi lain yang secara langsung mendukung performa bisnis utama Telkom.
Informasi mengenai cakupan akuisisi dan struktur kepemilikan baru tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
| Aspek Transaksi | Detail Informasi |
|---|---|
| Entitas yang Dijual | PT Administrasi Medika (AdMedika) dan TelkoMedika |
| Pembeli Utama | Global Assistance & Healthcare Singapore (Fullerton Health) |
| Jumlah Saham | 452.330 Lembar (100%) |
| Status Operasional | Tetap menggunakan merek asli di bawah naungan Fullerton |
Meskipun kepemilikan telah berpindah, Fullerton Health memastikan bahwa AdMedika dan TelkoMedika akan tetap beroperasi dengan identitas dan manajemen yang ada saat ini. Fullerton berencana melakukan modernisasi melalui integrasi teknologi dan jaringan regional mereka.
Menghadapi Tantangan Inflasi Medis
CEO Grup Fullerton Health, Ho Kuen Loon, menyadari bahwa industri kesehatan di Indonesia saat ini tengah berhadapan dengan tantangan kenaikan biaya medis yang tinggi. Inflasi di sektor kesehatan tercatat seringkali melampaui angka inflasi ekonomi secara umum.
Melalui akuisisi ini, Fullerton berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi biaya kesehatan di tanah air. Caranya adalah dengan meminimalisir pemborosan layanan, mencegah praktik kecurangan, serta memperkuat koordinasi antarlembaga melalui bantuan teknologi digital.