PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA), emiten media milik Grup Emtek, mengumumkan pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp762,05 miliar atau setara dengan Rp12 per saham, dan telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 Mei 2026.
Corporate Secretary SCMA, Gilang Iskandar, menyatakan pembagian dividen ini berasal dari laba bersih perusahaan sepanjang 2025. "Dividen tunai untuk tahun buku 2025 ditetapkan sebesar Rp762.056.439.360 atau Rp12 per saham," jelas Gilang dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Jumat, 22 Mei 2026.
Jadwal Dividen:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 3 Juni 2026
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 4 Juni 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 5 Juni 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 8 Juni 2026
- Recording date untuk penerima dividen: 5 Juni 2026
- Pembayaran dividen tunai: 18 Juni 2026
Menurut Gilang, keseluruhan proses pembagian dividen ini telah terkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Biro Administrasi Efek perseroan. Manajemen juga memastikan bahwa dividen tunai ini tidak akan mempengaruhi operasional dan keberlanjutan usaha SCMA.
SCMA mencatatkan laba bersih sebesar Rp771,01 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp5,90 triliun, dan total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp7,59 triliun hingga akhir Desember 2025.
Berikut adalah catatan penting terkait kinerja bisnis SCMA dan langkah-langkah yang tengah dilakukan oleh perusahaan dalam memastikan kelangsungan operasional yang stabil:
- Langkah untuk memastikan koordinasi dengan lembaga keuangan terkait dalam pembagian dividen.
- Fokus pada penanganan operasional perusahaan yang tidak terpengaruh oleh pembagian dividen.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca, dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang muncul dari keputusan tersebut.