PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh pengusaha Haji Isam, mengumumkan rencana pembagian dividen tunai. Perseroan siap menyetorkan total dana sebesar Rp39,99 miliar kepada para pemegang sahamnya.
Keputusan strategis ini diambil untuk memberikan nilai tambah kepada investor setelah perusahaan mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Dividen yang dibagikan setara dengan Rp6,97 per lembar saham.
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PGUN
Direktur Keuangan PGUN, Tamlikho, menjelaskan bahwa kebijakan pembagian laba ini telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 21 Mei 2026.
Tamlikho menegaskan bahwa sumber dana dividen berasal dari perolehan laba bersih perseroan selama tahun buku 2025. Informasi mengenai detail nominal dividen ini juga telah disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi pada Senin, 25 Mei 2026.
Pihak manajemen merinci bahwa angka pasti dari dividen tunai tersebut adalah sebesar Rp39.992.806.708. Jumlah ini akan didistribusikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar resmi perusahaan.
Jadwal Penting Pembagian Dividen
Para investor perlu memperhatikan sejumlah tanggal krusial agar tidak kehilangan hak atas dividen tersebut. Jadwal ini mencakup periode cum dividen hingga tanggal realisasi pembayaran ke rekening pemegang saham.
Berikut adalah rangkaian jadwal lengkap pembagian dividen tunai PGUN tahun 2026:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 3 Juni 2026
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 Juni 2026
- Cum Dividen di Pasar Tunai: 5 Juni 2026
- Ex Dividen di Pasar Tunai: 8 Juni 2026
- Daftar Pemegang Saham yang Berhak (Recording Date): 5 Juni 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen Tunai: 18 Juni 2026
Seluruh proses administrasi pembagian ini telah dikordinasikan secara ketat dengan berbagai lembaga terkait. PGUN bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek (BAE) internal perseroan.
Manajemen juga memberikan kepastian bahwa aliran dana untuk dividen ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Operasional harian serta keberlangsungan usaha jangka panjang dipastikan tetap aman pasca-pembayaran dividen.
Kinerja Keuangan PGUN Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, emiten CPO milik Haji Isam ini berhasil menorehkan pertumbuhan performa yang sangat signifikan. Laba bersih tahun berjalan yang dibukukan perusahaan mencapai angka Rp159,3 miliar.
Kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan penjualan bersih yang mencapai Rp792,72 miliar sepanjang tahun tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp738,5 miliar.
Rincian kontribusi pendapatan PGUN berasal dari beberapa lini produk utama sebagai berikut:
| Sumber Penjualan | Nilai Pendapatan |
|---|---|
| Minyak Kelapa Sawit (CPO) | Rp694,9 Miliar |
| Inti Kelapa Sawit (Kernel) | Rp96,4 Miliar |
| Cangkang (Shell) | Rp1,32 Miliar |
Data di atas menunjukkan bahwa penjualan minyak kelapa sawit tetap menjadi pilar utama pendapatan perseroan. Menariknya, sebagian besar hasil produksi tersebut diserap oleh pihak berelasi, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR).
Nilai transaksi dengan JARR tercatat sebesar Rp694,9 miliar atau menguasai sekitar 87,66% dari total penjualan perusahaan. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat di dalam ekosistem bisnis grup usaha milik Haji Isam.
Efisiensi Beban dan Kenaikan Laba Per Saham
Selain fokus pada peningkatan pendapatan, manajemen PGUN juga berhasil melakukan efisiensi pada sisi pengeluaran. Beban pokok penjualan pada 2025 berhasil ditekan menjadi Rp515,4 miliar, turun tipis 0,81% dari tahun sebelumnya.
Berkat kombinasi kenaikan omzet dan efisiensi biaya, laba bruto perusahaan melonjak drastis sebesar 26,67% menjadi Rp277,3 miliar. Pada periode tahun 2024, laba bruto PGUN tercatat hanya berada di angka Rp218,9 miliar.
Lonjakan paling mengesankan terlihat pada laba bersih tahun berjalan yang tumbuh hampir dua kali lipat lebih. Jika pada 2024 laba bersih hanya Rp79,18 miliar, maka di akhir 2025 angkanya meroket hingga Rp159,3 miliar.
Kondisi ini secara otomatis mendongkrak nilai laba per saham dasar (earning per share) perusahaan. Investor kini dapat menikmati pertumbuhan laba per saham menjadi Rp27,76, meningkat dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp13,8.
Disclaimer: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen saham tertentu. Segala keputusan investasi dan risiko yang menyertainya merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing investor.