Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, merayakan hari raya Idul Adha 1447 Hijriah bersama jajaran pegawai Kementerian Keuangan dan warga setempat. Kegiatan ibadah shalat Id tersebut dilaksanakan di Masjid Salahuddin yang berlokasi di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta.
Setelah melaksanakan ibadah, Menkeu secara simbolis menyerahkan seekor sapi kurban jenis Simental Cross dengan bobot mencapai 890 kilogram. Hewan kurban tersebut nantinya akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Kontribusi Pribadi dan Semangat Berbagi
Selain berkurban di kantor, Purbaya juga menyiapkan hewan kurban di kediaman pribadinya yang terletak di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Ia mengungkapkan bahwa sapi di rumahnya memiliki ukuran yang jauh lebih besar.
Rincian mengenai hewan kurban pribadi milik Menkeu adalah sebagai berikut:
- Sapi di rumah pribadi memiliki bobot yang diperkirakan mencapai lebih dari satu ton.
- Pembelian hewan kurban tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadi dari akumulasi bonus.
- Keputusan berkurban lebih besar juga dipengaruhi oleh batalnya rencana keberangkatan ibadah haji tahun ini.
Purbaya mengakui adanya rasa sedih karena belum mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji pada musim ini. Namun, ia tetap bersikap optimis dan berharap dapat melaksanakannya pada tahun mendatang.
Inspirasi dari Kisah Nabi Yusuf
Dalam momen hari raya tersebut, Purbaya menceritakan pengalaman menarik saat mendengarkan khotbah. Isi pesan keagamaan tersebut mengingatkannya pada sosok Nabi Yusuf yang juga merupakan seorang pengelola keuangan.
Ia merasa terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai luhur dari kisah tersebut dalam mengelola perekonomian bangsa. Menurutnya, Indonesia akan semakin maju jika prinsip-prinsip kejujuran dan amanah dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Bagi Purbaya, Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk merenungkan makna pengorbanan dan keikhlasan. Hal ini sangat relevan dengan tanggung jawabnya dalam menjaga stabilitas keuangan negara.
Pesan untuk Pegawai Kementerian Keuangan
Menkeu menekankan pentingnya kepedulian sosial bagi seluruh jajaran pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Semangat berkurban harus tercermin dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengingatkan agar APBN selalu difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, terutama bagi mereka yang tergolong rentan. Kepekaan sosial dianggap sebagai kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai penjaga keuangan negara.
Berikut adalah ringkasan data penyaluran hewan kurban dari lingkungan Kemenkeu:
| Kategori Data | Jumlah / Keterangan |
|---|---|
| Total Hewan Kurban | 486 ekor |
| Rincian Sapi | 262 ekor |
| Rincian Kambing | 224 ekor |
| Jumlah Pegawai Berpartisipasi | 1.790 orang |
| Cakupan Wilayah | Seluruh unit eselon I di Indonesia |
Data di atas menunjukkan tingginya partisipasi mandiri dari para pegawai di berbagai daerah. Distribusi daging kurban dipastikan akan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Pihak Kemenkeu bekerja sama dengan lembaga amil zakat resmi serta pengurus masjid di sekitar kantor. Prioritas utama penerima manfaat adalah warga prasejahtera dan masyarakat yang tinggal di lingkungan operasional Kemenkeu.
Purbaya menutup pernyataannya dengan harapan agar ibadah kurban tahun ini mendapatkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia ingin semangat berbagi ini menjadi pemacu bagi jajarannya untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.